Guyub Rukun Bersam Cak Nun di IAIN Walisongo

Guyub Rukun Nasional yang digelar Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Edukasi Fakultas Tarbiyah (20/6) di Auditorium II IAIN Walisongo dihadiri oleh budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun bersama Group Kiai Kanjeng.

Tema “Dari Kita untuk Tanah Air Indonesia” dibahas bersama dua panelis lainnya, Rektor IAIN Walisongo, Prof. Dr. Muhibbin, M.Ag dan PW Muhammadiyah Jawa Tengah Drs. Tafsir, M.Ag. Hadir juga dalam kesempatan ini Dekan Tarbiyah, Pembantu Dekan I, II dan III Fakultas Tarbiyah.

Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Suja’i, M.Ag dalam sambutan pembukaan menegaskan perlunya kerukunan bagi bangsa Indonesia. “Perbedaan yang ada tidak perlu dijadikan alat untuk berkonflik” tegasnya. Justru dengan berbeda, semua komponen bangsa akan menjadi kuat. Inilah perlunya forum ini, sehingga semua pejabat, dosen dan mahasiswa berkumpul untuk mencari ilmu dengan bernyanyi, bershalawat dengan cinta budaya.

Prof. Dr. Muhibbin, M.Ag juga berharap kepada semua civitas akademika memahami makna pluralisme secara utuh. “Pluralisme bukan berarti menganggap yang lain salah dan kita benar sendiri itu prinsipnya” jelas Muhibbin. Sebagai bangsa Indonesia perlu sekali kita menunjukkan tekad untuk bersatu menuju Indonesia yang makin sejahtera.

Senada dengan itu, Tafsir menandaskan pentingnya makna kebersamaan antara satu dan lainnya. “Sebagian mahasiswa IAIN yang belum jelas nasibnya tetap harus semangat untuk menunjukkan kemajuan” katanya. Untuk menuju itu semua pihak harus memiliki pemahaman dan pemaknaan terhadap Indonesia yang utuh dan berdedikasi.

Cak Nun dengan suaranya yang tegas di hadapan lima ribu pengunjung menyatakan sikapnya bahwa Indonesia sekarang belum menjadi Indonesia yang benar. Belum ada Presiden yang sukses memimpin Indonesia.

“Oleh sebab itu perlu sekali kita doakan semoga pemimpin Indonesia makin baik dan menjadi Indonesia yang bermartabat” ungkap suami Novia Kolopaking ini. Yang penting adalah bangsa Indonesia itu rukun dan guyup. Rukun dalam arti mampu untuk bersama walaupun berjauhan. Sedangkan guyup adalah bersatu, bersepakat dengan kedekatan dan kebersamaan.

Rikza, staf Humas Fakultas Tarbiyas IAIN Walisongo

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.