Ekstrakurikuler Menantang, Ekstrakurikuler Mencerdaskan

Pada dasarnya setiap manusia itu unik, memiliki ciri khas atau karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Begitu pula dengan siswa, setiap siswa memiliki potensi tersendiri dan potensi tersebut bisa dikembangkan dengan cara yang berbeda-beda pula setiap siswa, karena tahap perkembangan setiap siswa juga memiliki tingkatan masing-masing. Sebagai contoh, ada siswa yang bisa mengembangankan dirinya sejak kecil karena ada dorongan dari lingkungan yang mendukung. Ada pula siswa yang baru bisa mengembangkan dirinya ketika ia berusia remaja.

Pengembangan potensi diri ini juga mempengaruhi pengembangan kepribadian siswa. Mereka dituntut untuk melakukan segala aktifitas baik di sekolah maupun di luar sekolah dengan menghadapi berbagai macam kondisi yang bisa saja mendorong ataupun menjatuhkan mereka. Karena dari potensi yang mereka miliki dapat menuntun mereka dalam menyikapi atau menghadapi apa yang ada di depan mata mereka. Dari pengalaman mereka belajar.

Sebagai seorang pendidik terutama sebagai seorang guru BK yang berada di sekolah, tentu saja tidak akan terlepas dari siswa. Tugas dari guru BK sendiri adalah membantu mengembangkan potensi siswa dan membimbing siswa dalam menghadapi masalah yang dialami supaya bisa teratas, menjadi pribadi mandiri, dan bahagia. Di sini guru BK sangatlah berperan penting dalam mengembangkan kepribadian siswa, tentu saja dibantu oleh pihak-pihak yang lainnya seperti pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat tentunya.

Banyak cara yang bisa dilakukan guru BK untuk mengembangkan kepribadian siswa, seperti bimbingan kelompok, bimbingan individu, konseling perseorangan maupun konsling kelompok, pemberian layanan kepada siswa sesuai need assesment, kegiatan ekstrakulikuler, dan kegiatan pendukung lainnya. Tentu saja ini dilakukan sesuai dengan program yang telah dirancang sebelumnya oleh guru BK.

Namun, dari berbagai cara tersebut hal yang paling disukai oleh siswa adalah kegiatan ekstrakuler. Karena mereka bisa memilih bidang mana yang mereka minati dan yang ingin mereka tekuni. Sehingga mereka tidak merasa “salah” dalam memilih cara dalam usaha mengembangkan apa yang mereka punya. Mereka juga akan merasa nyaman dengan apa yang mereka tekuni karena itu adalah pilihan mereka sendiri.

Dalam ekstrakulikuler tentu saja tidak jauh dari yang namanya keorganisasian. Setiap bidang ektrakulikuler tentu saja memiliki struktur kepengurusan. Mereka akan belajar bagaimana menghadapi berbagai macam watak, tekanan, dan bagaimana caranya bersikap dengan orang lain. Selain itu mereka juga tanpa sadar akan melatih kecakapan mereka dalam berkomunikasi dan belajar menjadi seorang pemimpin.

Dari sinilah mereka bisa mengenali diri mereka, siapa mereka, dan mengenali kepribadian mereka. Dalam berorganisasi secara tidak sadar kepribadian mereka akan terbentuk. Yaitu dengan melihat bagaimana tingkah laku mereka ketika di dalam organisasi tersebut. Berbagai masukan dari teman-teman juga akan mempengaruhi pengembangan diri mereka, yaitu saling membantu satu sama lain.

Selain itu pantauan dari pihak sekolah terutama guru pembimbing ekstrakulikuler jangan sampai terlepas. Karena ini akan menjadi pengontrol dan evaluasi bagi siswa dalam kegiatan ekstrakulikuler. Bila mana sesuatu hal terjadi di luar rencana, maka pihak sekolah hendaknya langsung bertindak untuk menangani hal-hal di luar rencana tersebut.

Jadi intinya, dalam pengembangan kepribadian siswa perlu adanya kerjasama dari pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat. Salah satunya adalah dengan cara melaksanakan ekstrakulikuler. Namun kegiatan tersebut juga harus dipantau oleh pihak sekolah agar pelaksanaannya berjalan dengan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.