Daerah Pinggiran Semarang Tersisih

Kota Semarang kemarin tepat berumur 465 tahun. Dengan pertambahan usia kota tersebut,Pemkot Semarang semestinya lebih memperhatikan pembangunan infrastruktur wilayah pinggiran.

Sejumlah kalangan DPRD mencatat hingga saat ini masih belum ada pemerataan pembangunan, baik fisik maupun nonfisik antara wilayah pusat kota dan pinggiran.

“Yang di pinggiran makin terpinggirkan. Karena pembangunan fisik di wilayah pinggiran makin tertinggal dibanding yang di tengah kota. Belum lagi masalah rob dan banjir di utara Semarang yang belum ada penyelesaiannya,” kata anggota Komisi A DPRD Sugiharto kemarin.

Anggota Komisi B M Kholison menilai pembangunan fisik yang dilakukan Pemkot Semarang tak lebih hanya bersifat monumental. Pendekatan pembangunan berorientasi pada banyaknya proyek, bukan karena kebutuhan masyarakat.

“Sebagai contoh, di daerah Bangetayu dan Jalan Suhada Raya.Di daerah tersebut mobilisasi penduduknya cukup tinggi.Kenyataannya, sampai sekarang tidak ada angkutan umum yang melayani daerah tersebut,”papar Kholison.

Anggota Komisi D Yanuar Muncar menyoroti bertambahnya jumlah warga miskin.Data Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) menyebutkan warga miskin di tahun 2011 mencapai 448.398 jiwa. Jika dibandingkan dengan jumlah warga miskin tahun 2009 yang 398.009 jiwa, maka ada kenaikan 50.389 jiwa atau sekitar 15 %.

Sumber: http: www.seputar-indonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.