Benarkah Perempuan Lebih Cerewet dari Laki-laki? Riset Sederhana Ini Menjawabnya

Tugas terberat dalam kehidupan seorang laki-laki adalah mendengar lawan jenisnya bercerita. Suwer! 😂😂😂

Banyak perempuan di sekitar saya (please, jangan tag istri gue) yang kalau cerita muter-muter. Gagasan yang bisa dirangkum dalam 3 kalimat diparafrasekan ke dalam 31 kalimat.

Pengalaman itu bikin saya bertanya-tanya: apakah itu gejala umum atau cuma pengalaman saya pribadi?

Untuk menjawab rasa penasaran itu, saya lakukan riset sederhana. Metodenya juga sederhana: membandingkan panjang kalimat laki-laki perempuan.

Sampelnya adalah tugas kuliah yang ditulis mahasiswa Konsentrasi Linguistik, tempat saya ngajar.

Dengan bantuan aplikasi sederhana, saya menghitung rata-rata panjang kalimat. Saya bandingkan: tugas yang ditulis mahasiswa dengan mahasiswi.

Sejauh ini, penelitian saya mengafirmasi stereotip bahwa perempuan cenderung lebih suka berpanjang-panjang kalimat.

Rata-rata kalimat yang ditulis mahasiswa adalah 17,6 kata. Kalimat terpendek yang digunakan adalah 5 kata. Kalimat terpanjang yang digunakan adalah 83 kata.

Mahasiswi menggunakan kalimat yang rata-rata panjangnya 19,4 kata. Kalimat terpendek adalah 3 kata. Kalimat terpanjang adalah 103 kata (OMG!).

Selisihnya memang tidak terlalu jauh. 17,6 banding 19,4. Tapi perbedaan itu konsisten.

Simpulan:
Perempuan memang cenderung lebih produktif berkarya.

Saran:
Laki-laki sebaiknya beli earphone dan berlangganan Spotify.

Diskusi:
Biar hasil penelitian ini tak melahirkan keributan, saya sedang lakukan riset lanjutan.

Selanjutnya: saya pengin bandingkan kalimat dalam jurnal ilmiah yang ditulis dosen laki-laki dan perempuan. Juga kerumitan logika paragrafnya.

Salam,
Rahmat Petuguran
Gak suka kalimat panjang, tapi takut kalimat pendek: terserah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.