“Kapan Harus Diam, Kapan Harus Bicara” Menurut Paul Grice

Keterampilan mengatur waktu: kapan harus diam dan kapan harus bicara, rasanya adalah keterampilan yang penting dalam situasi seperti ini.

Saat ini, banyak orang berbicara bukan karena tahu faedah dari apa yang disampaikannya. Orang-rang ini berbicara hanya karena tak kuasa menahan hasratnya berbicara.

Orang-orang seperti ini mengira telah membantu menyelesaikan persoalan dengan berbicara, tapi terkadang tidak. Yang terjadi justru: mereka menciptakan kegaduhan, kondisi yang kerap kali merupakan masalah baru.

Soal kapan berbicara dan bagaimana berbicara, guru saya Herbert Paul Grice memberi nasihat.

Nasihat itu dikenal publik dengan nama prinsip kerja sama. Nasihat ini agaknya ia sampaikan dari asumsi, bahwa pembicararaan yang baik harus dilakukan pada situasi yang baik dengan cara baik.

Secara ringkas, prinsip kerja sama itu meliputi empat hal, yaitu prinsip kualitas, kuantitas, relevansi, dan cara.

Pertama, dalam prinsip kualitas, Grice menganjurkan agar orang berbicara benar. Kalau menyampaikan informasi, informasi itu harus sahih. Kalau menyampaikan argumentasi, argumentasi itu kuat dan logis.

Kedua, dalam prinsip kuantitas, Grice menganjurkan agar orang tidak pelit bicara tapi juga tidak terlalu banyak bicara. Apa alat ukurnya? Kebermanfataan bagi orang lain.

Berbicaralah banyak saat orang lain memang memerlukannya. Jika orang lain hanya memerlukan sedikit, bicara secukupnya. Kalau memang orang lain tidak membutuhkan, diamlah.

Kalau seseorang punya pengetahuan baru, orisinil, dan berguna dalam jumlah melimpah, orang-orang akan mendengarnya dengan antusias. Tapi kalau pengetahuan seseorang normatif, dangkal, atau bahkan basi, seseorang benar-benar harus membatasi diri. Kalau memang tidak memiliki pengetahuan yang berguna, diam dan jadilah pendengar.

Ketiga, prinsip relevansi, kurang lebih berarti: bicaralah sesuai topik dan kebutuhan. Jangan nglantur, mengalihkan pembicaraan.

Keempat, prinsip cara, maksudnya kurang lebih: kuasailah strategi (cara) berbicara yang memungkinkan orang lain dapat memahami gagasan dengan mudah.

Kalau persoalan yang hendak dibicarakan rumit, buatlah menjadi sederhana. Kalau persoalan yang dibicarakan sederhana, jagalah agar tetap sederhana atau buatlah jadi semakin sederhana.

Nasihat Grice itu berharga agar seseorang bisa menjaga kapasitas dirinya. Sebab berbicara adalah sebuah peristiwa kebudayaan, ia harus dikelola dengan beradab.

Salam,
Rahmat Petuguran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.