Connect with us

News

DUSDM UNNES Pelopori Kampanye Kolaboratif Anti Korupsi, Narkoba, dan Kekerasan

Published

on

SEMARANG.COM, SEMARANG – Direktorat Umum dan Sumber Daya Manusia (DUSDM) Universitas Negeri Semarang (UNNES) memelopori kampanye kolaboratif untuk memperkuat gerakan anti korupsi, anti narkoba, dan anti kekerasan di lingkungan kampus.

Kampanye tersebut hadir melalui kolaborasi dengan sejumlah unit yang memiliki perhatian terhadap isu serupa, yakni Kantor Hukum UNNES, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPKS), serta UKM Gerhana. Kegiatan dilaksanakan di tengah rangkaian UNNES Fair sebagai upaya mendekatkan pesan kampanye kepada mahasiswa dan masyarakat kampus.

Kepala Seksi Aset UNNES, Agung Wiyanto,S.Pd, menjelaskan bahwa gerakan tersebut pada awalnya merupakan program DUSDM. Namun, setelah melihat adanya kesamaan gerakan di sejumlah unit, DUSDM mendorong kolaborasi agar upaya pencegahan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Gerakan ini tidak cukup di satu unit saja. Setelah kami kaji, ternyata beberapa unit di UNNES memiliki gerakan yang sama, yaitu anti narkoba, anti korupsi, dan anti kekerasan,” jelasnya saat di wawancarai di depan lapangan dumafi FIK UNNES, Kota Semarang, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, pendekatan kampanye juga dibuat berbeda dengan pola sosialisasi konvensional. DUSDM memilih mendatangi langsung massa di titik-titik keramaian kampus, khususnya mahasiswa, agar pesan yang disampaikan lebih dekat dengan keseharian mereka.

“Sekarang kami akan mendatangi massa, menyelami dunia mereka. Karena Gen Z sudah bisa mencari informasi tentang bahaya narkoba, kekerasan, dan korupsi melalui media digital,” ujarnya.

Pengunjung stan kemudian diarahkan untuk mengakses konten edukasi melalui media sosial dan laman UNNES. Mereka juga diajak menyebarluaskan kembali informasi tersebut melalui media sosial maupun grup percakapan agar pesan kampanye dapat menjangkau lebih banyak orang.

Selain tiga isu utama tersebut, kampanye DUSDM turut membawa pesan kepedulian lingkungan melalui pembagian tas belanja sebagai alternatif penggunaan plastik sekali pakai.

“Gerakan ini tidak hanya berpikir untuk kampanye anti narkoba, anti kekerasan, dan korupsi, tetapi juga kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Kami harapkan juga timbul gerakan cinta lingkungan,” kata Agung.

DUSDM memastikan gerakan tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan. Kampanye kolaboratif akan kembali dilakukan di sejumlah titik keramaian UNNES, termasuk melalui stan edukasi dan kegiatan lanjutan seperti seminar bersama unit terkait.

Melalui kolaborasi tersebut, DUSDM mendorong terbentuknya gerakan bersama yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mengajak mahasiswa dan masyarakat kampus menjadi bagian dari agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan UNNES yang aman, berintegritas, bebas narkoba dan kekerasan, serta peduli lingkungan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending