Connect with us

News

Dikukuhkan Jadi Profesor, Teguh Berkostum Mahesa Jenar

Published

on

Ada Mahesa Janar di Kampus Unnes Sekaran. Dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), ia mengendarai kuda seraya diiringi Barongan dan puluhan gadis cantik menuju Auditorium.

Sesampai di Auditorium, ia disambut ratusan tamu dan menyampaikan pidato ilmiah tentang Sambang Rasa dalam Sastra Jawa.

Tentu saja itu bukan tokoh Mahesa Jenar seseungguhnya – toh ia memang Cuma tokoh rekaan. Tokoh yang datang ke Unnes adalah dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Dr Teguh Supriyanto. Dia berkostum Jawa dan memerankan diri menjadi tokoh berjuluk Senapati Rangga Tohjaya.

Apa kaitannya Mahesa Jenar dengan Teguh Supriyanto? Saat menyelesaikan studi doktoral di Universitas Gadjah Mada (UGM), Teguh meneliti Nagasasra. Mahesa Jenar adalah tokoh utama dalam cerita karangan SH Mintardja itu.

Dalam pidato pengukuhannya, Teguh menyampaikan bahwa sastra Indonesia dalam kemunculannya lebih dahulu menyambangi sastra Barat, sastra Jawa, dan sastra daerah lainnya.

“Jika kita amati, sastra Indonesia era 1980-an gejala yang tampak ada sambung rasa (relasi ideologis) antara sastra Indonesia modern dengan sastra daerah,” katanya.

 

 

 

Rahmat Petuguran adalah pemimpin redaksi PORTALSEMARANG.COM. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia juga aktif menjadi peneliti bahasa. Sebagai peneliti bahasa ia menekuni kajian sosiolinguistik dan analisis wacana. Kini sedang melanjutkan studi di Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora (Linguistik) Universitas Gadjah Mada.

Trending