Dosen Sastra Indonesia: Perlu Uji Kompetensi Juri Baca Puisi

Uji kompetensi bagi juri baca puisi dinilai sangat diperlukan. Hal itu diperlukan supaya juri pada berbagai lomba memiliki kompetensi yang memadai.

Dosen Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang Muhammad Burhanudin mengatakan, belakangan banyak lomba baca puisi yang diadakan. Sayangnya, tidak setiap lomba dijuri oleh orang yang berkompetensi.

“Kondisi itulah yang mendorong kami untuk menyusun kurikulum penjurian puisi,” katanya, Jumat (13/4).

Menurut Burhanudin, sebelum uji kompetensi dilakukan, pihaknya akan merancang pelatihan penjurian baca puisi. Pola pelatihannya bisa berupa pola 36 jam atau 48 jam. Di akhir program pelatihan, peserta diharuskan mengikuti uji kompetensi. Sertifikat kompetensi diberikan kepada peserta yang lulus uji tersebut.

“Kalau ada lomba baca puisi, misalnya FLS2N, Peksimida, atau Peksiminas, juri di event tersebut mestinya adalah orang-orang yang kompetensinya teruji dan terakui,” lanjutnya.

Gagasan tersebut disampaikan Burhanudin dalam konferensi pers workshop pelatihan baca puisi di hadapan wartawan dari berbagai media.

Burhan menambahkan, perhatian masyarakat terhadap puisi tampak meningkat. Agar perhatian tersebut

Sebagaimana diketahui, Jurusan bahasa dan Sastra Indonesia Unnes akan menggelar workshop baca puisi pada Selasa (24/4) di Ruang Teater Usmar Ismail Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, kampus Unnes Sekaran.

Workshop itu akan dihadiri oleh Sosiawan Leak, penyair asal Solo yang juga dikenal sebagai deklamator ulung. Leak juga dikenal berkat kepeloporannya dalam gerakan Puisi Menolak Korupsi.

Selain Leak, workshop juga akan diisi oleh dosen Kajian Puisi Unnes, Sendang Mulyana.

“Baik Leak maupun Sendang memiliki rekam jejak yang bagus. Kedua narasumber itu kami harapkan dapat membuka wawasan peserta bahwa teknik baca puisi sangat beragam,” kata Burhanudin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.