SMP Islam Terpadu PAPB Semarang Ajarkan Pembiasaan pada Para Siswa

SMP Islam Terpadu PAPB Semarang merupakan sekolah swasta yang memiliki rekam jejak baik di Jawa Tengah. Hal itu dibuktikan melalui hasil akrediast yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP-SM) Jateng. Sesuai hasil penilaian, sekolah yang terletak di jalan Panda Barat nomer 44 Semarang ini memeroleh predikat A. Tentu ini adalah perolehan yang terbilang cukup baik bagi sekolah swasta.

Sekolah yang memiliki 2 buah gedung berlantai 4 ini memiliki pelbagai fasilitas pendidikan yang berstandar nasional. Fasilitas yang ada sengaja diberikan agar para warga sekolah SMP Islam Terpadu PAPB dapat merasa nyaman saat melakukan kegiaan belajar mengajar. Sehingga nantinya para pengajar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya dengan memenuhi dan memfasilitasi siswa-siswi untuk menjadi generasi penerus bangsa berilmu dan berakhlaq Al Karimah.

Adapun kepala Sekolah SMP Islam Terpadu PAPB Semarang, Ramelan menyampaikan bahwa sekolahnya kini bisa dikatakan sebagai sekolah swasta terbaik di Jawa Tengah. Perolehan skor akreditasi terhadapt sekolahnya, menururtnya, nyaris sempurna. Baginya, pencapaian ini tak lepas dari perjuangan segenap holder yang terlibat.

“Nilai akreditasi tahun ini 97 poin. Manajemen yang kami terapkan memang sudah kami persiapkan secara matang. Delapan standar nasional sudah kami jalankan. Alhamdulillah, semuanya baik,” ungkap Ramelan.

Menilik sejarahnya, SMP IT PAPB ini berdiri sejak 2003 lalu. Awalnya, sekolah ini berdiri barawal dari pengajian Ahad pagi bersama (PAPB) yang kemudian berkembang menjadi sebuah Yayasan Amal PAPB yang mengelola lembaga pendidikan dari TK/KB dan SMP.

Selama perjalanan ini, SMP IT PAPB mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal itu terlihat dari banyaknya peserta didik yang mendaftar di sekolah berbasis keagamaan ini. Diketahui, kini siswa di SMP IT PAPB yang terdaftar berjumlah 1.040. Tentu jumlah tersebut sangat jauh bila dibandingkan pada awal berdirinya sekolah ini yang memiliki 55 siswa. Bisa dikatakan bahwa perkembangan jumlah pendaftar ini lantaran minat masyarakat terhadapt SMP IT ini.

Menurut Ramelan, selain pembiasaan melalui teori dan praktik, sekolahnya memberikan perhatian khusus terhadap karakter siswa melalui pembiasaan di sekolah. Misalnya, pembiasaan keagamaan. Pembiasaan keagamaan tersebut diantaranya seperti bagi setiap siswa ketika bertemu harus saling bersalaman. Selain itu, saat pagi hari, siswa dianjurkan untuk membaca Al-quran bersama sebelum proses belajar mengajar dimulai. Bahkan para siswa pun dibiasakan untuk melaksanakan salat duha, salat duhur dan salat asar berjamaah.

Selain penerapan sehari-hari, pada momentum tertentu pihak sekolah juga memfasilitas siswa untuk memperdalam wawasan tentang keagamaan. Misalnya, pada perayaan atau momen-momen keagamaan Islam yang ada pihak sekolah akan menggelar dan memeringatinya bersama para siswa dan warga sekolah.

Bahkan tak berhenti disitu, para siswa pula diajak peduli terhadap kelestarian lingkungan. Hal itu diterapkan melalui kegiatan bersama menata lingkungan sekolah, baik kebersihan maupun keindahan taman.

“Pembiasaan ini menjadi satu keunggulan yang kami terapkan. Ini sebagai bekal anak-anak agar siap hidup di tengah-tengah masyarakat,”ujarnya.

Ya, membuang sampah pada tempatnya merupakan kebiasaan yang dilakukan bagi setiap warga di lingkungan sekolah SMP IT PAPB. Perilaku ini pula yang kemudian membawa sekolah ini meraih penghargaan sebagai sekolah adiwiyata.

Sekolah yang kini memiliki siswa sebanyak 759 ini pula selalu memerhatikan urusan akademik pada siswanya. Sehingga membuat para siswa kemudian mampu berprestasi dan mampu unjuk gigi dengan memeroleh pengahargaan dan juara ditiap perlombaan yang terselenggara.

Adapun prestasi dan penghargaan yang diperoleh oleh para siswa diantaranya siswa pernah menjuarai lomba baca puisi islam, juara story telling, jura inovasi praktikum MIPA, pencak silat, pramuka, debat bahasa Indonesia, tembang macapat dan roket air.

Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, sekolah yang memiliki 44 tenaga pendidik ini telah menyiapkan pelbagai fasilitas sekolah diantaranya 24 ruang kelas untuk belajar mengajar, perpustakaan, laboratorium IPA dan bahasa. Selain itu ada pula laboratorium komputer, gedung olahraga, aula, masjid, UKS/balai Ppengobatan, bank mini dan beragam ektrakulikulier yang mampu meningkatkan kegiatan nonakademik pada siswa.

Dengan demikian, haapan sekolah untuk membentuk peserta didik yang unggul dalam prestasi, agamis, berbudi pekerti luhur, disiplin tinggi, dan berapresiasi yang tinggi, serta mampu mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan zaman bukan jadi sebuah kesulitan. Tri Sutrisno

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *