Sekolah, Rumah Keduaku

Jakarta, (17/09) serombongan mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia melakukan Kuliah Kerja Lapangan atau yang sering disebut dengan KKL. Tujuan kunjungan kali ini di sebuah sekolah yayasan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yakni SMA Labschool Jakarta, yang berada di Jalan Pemuda Kompleks Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur.

SMA Labschool Jakarta merupakan sebuah sekolah menengah atas swasta, yang didirikan pada tahun 1968. Sekolah ini memiliki falsafah yang cukup singkat namun menaungi pilar-pilar pendidikan yakni menanam iman, memberi ilmu, dan mengamalkan iman dan ilmu. Sebagaimana yang telah dipaparkan oleh mantan kepala sekolah SMA Labschool Jakarata Prof. Dr. H. Arief Rachman M.Pd pada sambutan di lapangan Labschool Jakarta kemarin, bahwa iman, yang dimaksudkan tidak hanya salat melainkan bagaimana seorang peserta didik dan pendidik memiliki komitmen, ketepatan waktu dan kedisplinan.

Sedangkan ilmu merupakan sebuah modal untuk mampu mengembangkan kemampuan dan daya kreativitas yang tidak hanya didisiplinkan melainkan secara filosofis ilmu berarti pengetahuan, yakni peserta didik diberikan pengetahuan agar kelak memiliki bekal yang cukup untuk menjawab tatangan ke depan. Lain halnya dengan amal, yakni sebuah perbuatan yang mencerminkan kata memberi, yang dimaksudkan agar ilmu yang telah diperoleh tidak akan sia-sia dan terus berkembang ketika diamalkan beriringan dengan iman yang ia miliki.

SMA Labschool Jakarta yang terakreditiasi A, memiliki fasilitas-fasilitas yang sangat lengkap untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar. Fasilitas-fasilitas tersebut terdiri atas Laboratorium (Komputer, Biologi, Kimia, dan Bahasa), ruang kelas ber-AC, ruang seni rupa, musik, tari, perpustakaan, Multi Media Center, Green House, masjid dan kapel, poliklinik, kantin, auditorium, ruang teater, dan lain-lain. Berbagai fasilitas yang dimiliki sekolah merupakan penunjang dalam proses kegiatan belajar mengajar, fasilitas yang lengkap dan didukung dengan perawatan serta pengelolaan yang baik membuat peserta didik betah untuk tetap berlama-lama di sekolah.

Perpustakaan di SMA Labschool Jakarta, terdapat fasilitas yang sangat lengkap didukung dengan desain interior yang didesain khusus agar anak tetap betah dan nyaman di perpustakaan. Biasanya perpustakaan yang sepi akan pengunjung kini lain halnya di SMA Labshool Jakarta, di sini peserta didik justru antre untuk membaca buku. Selain itu didukung pula dengan akses wifi yang membuat peserta didik tak hanya mencari referensi yang sudah disediakan namun dapat pula mengakses melalui media sosial. Di dalam perpustakaan terdapat ruang khusus untuk membaca, tak hanya tersedia kursi-kursi biasa yang terbuat dari kayu namun kursi yang tersedia lengkap dengan satu set ruang baca yang didesain layaknya ruang tamu yang megah. Sehingga anak tak hanya duduk-duduk saja namun dapat pula sembari tiduran dan duduk santai memanjakan badan.

Selain fasilitas yang ditawarkan sangat membuat nyaman peserta didik, kegiatan belajarnya pun tidak kalah mendukung kenyamanan peserta didik untuk menanggap sekolah merupakan rumah kedua bagi mereka. Seperti halnya sekolah yang lain, SMA Labschool Jakarta proses pembelajaran dimulai pada hari senin-jumat. Dimulai pada pukul 07:00 – 15:30 WIB.

Ada hari-hari khusus yang mana terdapat kegiatan rutin yang harus dilaksanakan. Misalnya pada hari kamis belajar dimulai lebih awal yakni pada pukul 06:45 WIB, hal tersebut dilakukan karena adanya budaya ibadah di pagi hari. Selain itu, hari jumat proses belajar mengajar dimulai pada pukul 06:15 WIB karena ada agenda olah raga bersama di pagi hari. Kegiatan belajar di SMA Labshool Jakarta terdiri atas kegiatan praktikum, pemanfaatan, dan proses KBM seperti biasanya. Sedangkan untuk pembelajaran bahasa menggunakan pembelajaran dengan native teacher atau mendatangkan langsung dari negaranya.

Selain kegiatan belajar terdapat kegiatan unggulan yang ditawarkan kepada peserta didik yakni trip observasi, lintas budaya, acara penjelajahan, BTP (Bina Iman dan Taqwa Pelajar), dan akselerasi. Tujuan diadakannya trip observasi yakni untuk membimbing peserta didik dalam memenuhi tugas akhir yakni membuat karya tulis ilmiah yang nantinya diujikan sebagai salah satu prasyarat untuk kelulusan selain ditentukan oleh hasil UN.

SMA Labschool Jakarta saat ini dikepalai oleh Drs. H. M. Fakhruddin, M.Si dan menggunakan kurikulum 2013 dalam proses pembelajarannya. Sebagaimana telah diuraikan waktu KKL kemarin, bahwasanya salah satu mata pelajaran wajib yakni bahasa Indonesia memiliki jatah 4 jam pelajaran per minggu. Guru pengampu mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA Labschool Jakarta yakni terdiri atas tiga orang yang masing-masing mengampu kelas yang berbeda. Untuk proses pembelajarannya menggunakan pendekatan saintifik yang berbasis pada penilaian proyek. Pada tugas akhir pelajaran siswa dituntut untuk dapat menghasilkan sebuah proyek. Maha karya tugas proyek peserta didik nantinya akan dimuat di majalah sekolah yakni majalah Scholastic.

“Selain mengedepankan proyek dalam proses pembelajarannya pun peserta didik diperbolehkan untuk menggunakan gadget, hal ini untuk memudahkan peserta didik dalam mencari referensi”. Ujar Bu Reni guru pengampu mata pelajaran bahasa Indonesia. hal tersebut untuk memudahkan peserta didik ketika menemui kata sulit yang belum dimengerti, maka peserta didik dapat memanfaatkan gadget-nya untuk menguduh KBBI. Kemudian suasana kelas dibuat senyaman mungkin, selain memperbolehkan membawa gadget peserta didik dituntut untuk aktif bertanya sehingga tercipta suasana diskusi yang hidup dan membuat peserta didik nyaman untuk belajar dan tak takut salah. Sebagaimana sekolah merupakan tempat mencari ilmu kedua setelah rumah. Nhurul Fatatiq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.