Sah! Unnes Larang Penggunaan Botol dan Kantong Plastik Sekali Pakai

Untuk mengurangi sampah, Universitas Negeri Semarang (Unnes) melarang mahasiswa, dosen, dan rekanan menggunakan botol dan kantong plastik sekali pakai. Dalam kegiatan di kampus, seperti seminar, pelatihan, rapat dan kegiatan lainnya penyelenggara diwajibkan menggunakan bahan lain yang ramah lingkungan.

Secara resmi larangan ini akan sampaikan kepada seluruh civitas academica melalui Surat Edaran Nomor B/4736/UN37/Rt.09/2019.

Sebagai permulaan, kebijakan ini disosialisasikan di Fakultas Ekonomi (FE) pada Senin (5/8).

Dekan FE Drs Heriyanto MBA PhD larangan penggunaan air minum dalam kemasan dilandasi oleh Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018. Melalui PP tersebut Presiden memerintahkan adanya pengurangan sampah plastik.

Senada dengan Dekan FE, Kepala UPT Bangvasi UNNES Prof Dr Ir Amin Retnoningsih MSi menegaskan dukungan UNNES terhadap Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 dengan cara tidak mengkonsumsi air mineral plastik dan kantong plastik dalam rapat.

“Saat ini proses daur ulang plastik di Indonesia belum optimal. Sekitar 70% tumpukan plastik masih menjadi masalah di Indonesia. Gerakan tidak mengkonsumsi air mineral plastik dan kantong plastik dalam rapat menjadi ikhtiyar awal turut merawat bumi. Saya mengapresiasi Kinerja Gugus Konservasi FE yang mendapatkan Terbaik 2 di Tingkat Universitas. Semoga FE dapat menjadi pelopor H-BAT UNNES,” Ujar Prof Amin.

Acara diakhiri dengan pemberian tumbler kepada seluruh warga FE dengan harapan mengurangi penggunaan air kemasan satu kali pakai.

Sebagai universitas Konservasi, selama ini Unnes memberikan perhatian serius terhadap teta kelola sampah. Selain mengembangkan teknologi pengolahan samah, universitas juga mulai menggunakan teknologi pemanen hujan dan panel surya untuk kebutuhan tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.