PERIHAL KURIKULUM 2013 Wakabid Kurikulum dan Dosen Unnes Berdiskusi

RAWAMANGUN, JAKARTA TIMUR (17/9)- Lapschool Yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta (UNJ), merupakan tempat kunjungan pertama Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang diselenggarakan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI) Unnes pada selasa, 16 September 2014 lalu. Perbincangan hangat antara Wakil kepala bidang kurikulum Sudarto.S.Pd., dan dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia membahas tentang pemberlakuan kurikulum 2013 di SMP Lapschool UNJ.

Lapschool Jakarta menyambut antusias dengan adanya pemberlakuan kurikulum 2013. Meskipun membutuhkan strategi yang jitu untuk mensiasati peralihan kurikulum 2006 menuju kurikulum 2013. “Bukan hanya guru, siswa pun sangat semangat dalam kurukulum baru karena sebelumnya kami telah memberi motivasi terkait kurikulum 2013”, ujar Sudarto siang hari tadi ditengah diskusi ringan bersama dosen BSI Unnes.

Dengan adanya kurikulum 2013 ini, akan merombak kinerja guru Lapschool Jakarta. Seminar dan loka karya tentang kurikulum sudah diadakan sejak Desember lalu, langkah utama tersebut berguna untuk mensosialisasikan kurikulum kepada guru-guru agar mempersiapkan strategi baru dalam model mengajar di kelas. “Intinya kegiatan belajar mengajar harus bervariatif sehingga tidak lagi central of teacher melainkan central of student”, terang Sudarto mengenai kurikulum yang sedang diberlakukan di Lapschool.

Meina dosen muda di BSI Unnes menambahkan mengenai kendala yang mungkin dapat dihadapi oleh kebanyakan sekolah yang sedang diberlakukannya kurikulum 2013, “Saat ini siswa memakai kurikulum 2013 yang berbasis teks, sedangkan sebagian besar teks tersebut merupakan teks baru yang mereka kenal”, lanjutnya.

Wakil kepala bidang kurikulum Sudarto menjawab mengenai hal tersebut, memang kendala yang sangat urgent adalah pengenalan teks yang awam bagi mereka. Tetapi hal tersebut dapat diatasi dengan sistem mixing metodh yaitu dengan campur metode teks, misalnya teks iklan pemilu pada kelas VIII kurikulum 2006 dapat dihubungkan dengan materi kurikulum 2013 teks anekdot politik . Kami rasa menggunakan cara tersebut akan mempermudah cara belajar sekaligus cara guru menyampaikan materi. Karena itu pengajaran di sekolah kami berjalan normal, justru dengan adanya kurikulum baru siswa kami dapat memanfaat gadget dalam pembelajaran klasikal. Karena mereka dihimbau untuk mencari informasi diluar referensi yang dijadikan buku pengangan siswa. Jadi gadget seperti handphone, tablet, dan notebook tidak digunakan dalam hal berkomunikasi saja tetapi mendukung fasilitas belajar central of student sehingga secara mandiri mereka dapat belajar aktif dan kreatif dalam 5M (Mengamati, Menanya, Mencari informasi, Mengasosiasi, dan Mengkomunikasikan).

Menurut Nas Haryati pengampu matakuliah pembelajaran apresiasi sastra mengenai hal yang dipaparkan Sudarto, cara tersebut mudah diterapkan pada sekolah perkotaan. Berbeda halnya dengan sekolah yang berlatarbelakang pedesaan bahkan pinggiran, selain berada pada lingkungan menengah kebawah yang dirasa kurang adanya dukungan fasilitas gadget mereka pun belum mendapat sosialisasi kurikulum 2013. Tentunya keadaan tersebut harus kita pikirkan bersama, demi mendukung kebijakan kurikulum 2013 yang menyeluruh.

Terkait dengan hal tersebut, Sumartini ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia termotivasi untuk berdiskusi lebih rinci dalam diskusi jurusan yang akan dilaksanakan pada akhir bulan September ini, mengenai cara jitu pengajaran kurikulum 2013 bagi calon guru bentukan Unnes pada program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) yang nantinya mungkin saja mengajar di daerah asal tempat tinggal mereka. Titis Sitit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.