Ingin Jadi Profesor? Kudu Pinter, Kudu Prigel…

Suasana kelas IV B SD Induk Ungaran tiba-tiba riuh pada Senin (2/12) siang. Pandangan tiga puluh siswa  di kelas itu tertuju pada pria paruh baya yang masuk ke kelas tersebut. Dialah Prof Joko Sutarto MPd, profesor Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Universitas Negeri Semarang.

Ia hadir untuk memantau implementasi Kurikulum 2013 dalam program Profesor Go to School yang digagas Unnes sejak awal November lalu.

Usai berkenalan, pria yang akrab disapa Prof Joko itu kemudian  bertanya kepada siswa tentang cita-citanya kelak. Seorang siswa mengacungkan tangan dan menjawab “Dokter.” Seperti tak mau kalah, siswa lainnya menyahut “Guru.” Bahkan, siswa yang duduk di tengah kelas menyahut “Profesor!”. Siswa yang satu ini tampaknya tak mau kalah dengan Prof Joko yang dihadapinya.

Sembari berkeliling kelas, Prof Joko kemudian memberi nasihat agar siswa semangat meraih cita-citanya. Usaha harus dilakukan supaya cita-cita bisa menjadi nyata. ““Pinter, pener, dan prigel.  Selain itu, harus tekun, temenan, dan rajin berdoa,” katanya.

Selain itu, Prof Joko juga mengajak siswa agar tidak meremehkan waktu. Misalnya, bangun sepagi mungkin, masuk sekolah tepat waktu, dan mengerjakan tugas sesegera mungkin. “Nonton TV jangan terlalu lama ya,” katanya, disambut jawaban “iya” serempak oleh siswa.

Kehadiran Prof Joko di SD Induk Ungaran Senin kemarin untuk yang kedua kalinya. Ia datang khusus untuk menyapa siswa. Adapun pada pertemuan sebelumnya, Prof Joko menemui guru di sekolah yang memayungi tiga SD sekaligus, yakni SD 1 Ungaran, SD 03 Ungaran, dan SD 06 Ungaran.

“Saat pertemuan dengan guru, kami menghimpun persoalan yang dialami guru selama implementasi Kurikulum 2013. Aura perubahan sudah terasa. Guru semakin inovatif mengajar, siswa juga semakin semangat,” terangnya.

Program Profesor Go to School melibatkan 45 profesor dari berbagai fakultas di Unnes. Mereka “turun gunung” ke berbagai sekolah di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Demak, Kendal, dan Salatiga untuk mendampingi guru dan siswa mengimplementasikan Kurikulum 2013.

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum berharap, program ini dapat diperluas ke seluruh kabupaten di Jawa Tengah pada tahun 2015. “Seperti target pemerintah, pada tahun 2015 seluruh sekolah sudah mengimplementasikan Kurikulum 2013,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.