Honda Jazz, Sejarah Hatchback Cantik yang Menjelma Futuristik

honda jazz

Honda Jazz mungkin kini bisa disebut sebagai hatchback legendaris di Indonesia. Sejak kemunculannya pertama kali pada 2002, Honda Jazz otomatis memikat publik terutama kalangan muda. Nama Honda Jazz sendiri digunakan untuk pasar Eropa, Oseania, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan sebagian besar wilayah Asia. Sementara  di negara Amerika Jepang, dan China, mobil ini diberi nama Honda Fit.

Honda Jazz pertama kali masuk ke pasar Indonesia dengan status impor CBU (Completely Built Up) dari Jepang pada 2002 dan masih menggunakan nama Fit. Namun lantaran harganya yang sangat tinggi, Fit kemudian menjadi kurang populer di telinga masyarakat Indonesia. Pada akhir 2003, Honda Prospect Motor (HPM) sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Honda di Indonesia, akhirnya memutuskan untuk mendatangkan Fit dari Thailand, dan mengganti namanya menjadi Honda Jazz. Terbukti, harga Honda Jazz yang berhasil di-press mengundang minat masyarakat yang sangat tinggi untuk membelinya.

Sosok Honda Jazz pun diakui sebagai tulang punggung penjualan pabrikan asal Jepang ini di Indonesia. Perlahan, HPM pun memang ingin menghadirkan dan mempertahankan model city car hatchback dengan Honda Jazz dan Brio. Lebih dari itu, Honda Jazz bahkan disebut memiliki DNA hatchback dengan komposisi sedan “buntung”. Dimensi kompak membuat akomodasi dan kepraktisan tingkat tinggi menjadi poin penting yang perlu digaris bawahi saat memilihnya. Salah satu fitur unggulan Honda Jazz adalah head unit super besar berukuran 8 inci. Selain itu, ada juga koneksi bluetooth, touch screen, phone mirroring via HDMI dan bluetooth, serta pemutar berbagai peranti. Sayangnya, meskipun konektivitas Honda Jazz terbilang lumayan baik, namun belum ada GPS di head unitnya.

Honda sebelumnya memang sudah tahu bahwa Jazz ini akan menyasar konsumen berjiwa muda. Sehingga perlu memiliki sasis yang kuat dan rigid. Spesifikasi ini dimaksudkan agar jika terjadi kecelakaan, maka efek yang diterima pengemudi maupun penumpang di dalam kabin tidak terlalu parah. Terlebih lagi dibantu dengan Dual SRS Front Airbags.

Selain itu, suspensi depan Honda Jazz menggunakan MacPherson Strut dan suspensi belakang H-Shape Torsion Beam. Berkat keduanya kenyamanan Honda Jazz jadi sangat terjamin. Terlebih lagi soal rem, baik depan maupun belakang sudah cakram. Masih sanggup dikendalikan tanpa harus sengaja melakukan oversteer dan understeer. Honda Jazz pun dibekali ban berukuran 176/65 R15 dan 185/55 R16 untuk varian RS di tipe tertinggi.

Menginjak tahun 2019, Honda Jazz terbaru akan diperkenalkan pada 24 Oktober mendatang di Tokyo Motor Show. Honda Jazz terbaru ini kabarnya memiliki ubahan di sektor kabin yang semakin luas dan menggendong mesin hybrid. Secara desain Honda Jazz baru nanti punya desain lebih melengkung dibanding pendahulunya. Di bagian muka, Honda Jazz akan punya lampu utama bundar dan grill yang lebih besar. Selain itu, area kaca juga disebut akan diperbesar.

Meskipun akan diperkenalkan tahun 2019, Honda Jazz terbaru tersebut baru akan dijual massal pada awal tahun 2020.

Bicara soal teknologi Hybrid, Honda Jazz akan mengadopsi teknologi dari dual motor hybrid milik CR-V varian baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.