Dua Siswa Semarang Berjaya di Iran

Internasional Junior Science Olympiad(IJSO) yang berlangsung di Teheran,Iran pada 1-10 Desember kemarin tidak hanya melambungkan siswa di Indonesia, namun juga mengharumkan dunia pendidikan di Kota Semarang.  Itu tak terlepas dari dua siswa dari SMP di Semarang yang berjaya di eventtahunan tersebut. Adalah Rachmat Waluyo, siswa kelas 9 SMP Negeri 2 Semarang yang menyabet medali emas untuk lomba secara individu (perseorangan).

Bahkan untuk beregu (tim),Rachmat juga meraih medali perak untuk kategori Best Team Experimental. Sedangkan Steven Sebastian siswa SMP PL Dominico Savio berhasil meraih medali perunggu.

Rachmat Waluyo ketika ditemui di sekolahnya kemarin mengaku bangga dengan prestasi yang ditorehnya tersebut. Apalagi ini perlombaan kelas internasional pertama kali yang diikutinya,dan langsung mendapatkan medali emas dan perak. ”Yabagaimana tidak senang, ternyata saya bisa mengalahkan peserta dari luar negeri, bahkan peserta dari Eropa,” katanya,kemarin.Diketahui, IJSO 2012 diikuti oleh peserta dari sebanyak 29 negara.

Sebelumnya remaja yang gemar bermain gitar ini memang sudah beberapa kali mengikuti ajang olimpiade sains di level nasional,namun untuk kelas internasional dirinya belum pernah sama sekali. Sehingga selain penguasaan ilmu,mental juga berpengaruh dalam ajang internasional.” Saingannya orang luar negeri yang rata-rata postur badannya tinggi-tinggi,awalnya kaget dan saya sempat grogi,”ujarnya. Namun,lanjutnya,hari demi hari selama perlombaan berlangsung,dia merasa sudah mulai terbiasa.

Tantangan tidak berhenti sampai di situ saja,selama perlombaan dirinya juga dituntut untuk tidak kehilangan konsentrasi. Pasalnya selama di Teheran, peserta IJSO 2012 tidak terus dijejali soal-soal setiap harinya.Namun terkadang juga diselingi dengan tur ke beberapa tempat di Iran. ”Kadang-kadang tur itu kan mengganggu fokus saya dalam mengerjakan soal,makanya di sana saya selalu berusaha untuk tetap fokus,”tandasnya.

Berkat keseriusan dan ketenangannya mengerjakan soal,dia sukses menyabet dua medali sekaligus.Sekilas,kelahiran Semarang 22 Juli 1998 ini memang termasuk siswa yang irit berbicara.Pun dengan kesehariannya di sekolah, dia memiliki kepribadian yang banyak diamnya. Hal ini seperti yang dituturkan oleh Martono,Guru SMP Negeri 2 Semarang sekaligus menjadi guru pendampingnya selama mengikuti IJSO 2012.

”Anaknya memang tidak banyak bicara,tapi kalau bicara soal ilmu pengetahuan,dia menjelaskan secara rinci dan terarah,”imbuhnya. Diakui,kalau sudah berurusan dengan pelajaran,Rachmat tampak sangat serius dalam mengikutinya.” Anaknya memang menyenangkan,disiplin,cerdas, dan serius,”tegasnya. Kecerdasan Rachmat baru ditemukan saat masuk di SMP Negeri 2 Semarang.

”Prestasi akademiknya yang menonjol itu yaditemukan di sekolah ini,sewaktu di SD juga nggak pernah ikut olimpiade,” terangnya. Saat kelas tujuh,Rachmat sudah mengikuti OSN di Manado dan meraih medali perunggu. Lalu kelas delapan ikut OSN di Pontianak dapat medali emas.Sehingga medali emas yang diraih di IJSO Teheran semakin melengkapi prestasinya. Sementara itu Steven Sebastian siswa SMP PL Dominico Savio Semarang harus berjuang ektra keras hingga merebut medali perunggu.

Bahkan Steven sampai menahan rasa sakit perutnya selama mengikuti IJSO 2012 di Teheran. ”Waktu masih di Jakarta dan mau berangkat ke Teheran, Steven ini sudah merasa sakit di perutnya.Dia bilang perutnya sakit,terus ditanya mau lanjut atau tidak,dia bilang lanjut,”kata Kepala SMP PL Dominico Savio Semarang,Albertus Suwarto. Hal tersebut diperparah dengan kondisi cuaca di Teheran yang sangat dingin.

Sehingga selain menahan rasa sakit perutnya, Steven juga menahan udara dingin di sana. ”Makanya dapat perunggu saja sudah syukur, mungkin kalau tidak sakit bisa dapat perak, ”katanya. Saat SINDOmendatangi sekolahnya,Steven izin tidak masuk sekolah karena sakit. Ketika telepon selulernya dihubungi,yang mengangkat adalah ibunya Steven.”Steven- nya lagi nggak enak badan, ini anaknya lagi tidur,” tandas ibunya Steven mengabarkan kondisi anaknya yang sedang berbaring sakit di rumahnya.

Sumber: Seputar Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.