Ajak Guru Meneliti, Unika Gelar Workshop PTK

UNTUK mengajak guru meneliti, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unika Soegijapranata menggelar workshop penelitian tindakan kelas (PTK) untuk guru SMA, SMK dan SMP di Semarang, Sabtu (12/5). Penelitian guru dinilai penting untuk mengembangkan pembelajaran sekaligus menunjang karir guru.

Sebanyak 50 guru menjadi peserta aktif workshop PTK ini. Materi yang disampaikan mulai menggali ide penelitian, pendalaman materi, hingga mempublikasikan karya ilmiah.

Ketua panitia J.Wiyanto Hadipuro, SE., MT menyampaikan workshop penelitian ini memberikan fasilitas dan pendampingan penelitian bagi guru untuk dalam waktu tertentu agar dapat menemukan potensi dirinya.

“Selain itu penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan kebutuhan sekolah dan guru agar kreativitas individu dapat tercipta dengan memanfaatkan lingkungan kelas dan sekolah menjadi media yang perlu diteliti,” katanya.

Hadir sebagai narasumber para dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika, Prof. Dr. Vincent Didiek Wiet Aryanto., Prof. Dr. Andreas Lako, Drs. Theo Sudimin,MS dan moderator Drs. R. Bowo Harcahyo, MBA.

Prof. Vincent mengajak para guru untuk mengamati kelas sebagai media apakah kelas menjadi dinamis, kelas yang menyenangkan dan kelas yang selalu diingat oleh para siswanya setelah lulus. Untuk menumbuhkan keingintahuan yang dituangkan dalam penelitian diperlukan referensi dan buku serta data yang dapat diakses dari internet. Tetapi perlu diperhatikan bahwa karya asli dari peneliti yang dipublikasi perlu dilindungi dan diupayakan hak patennya.

Sementara Prof. Andreas Lako menyoroti model pembelajaran dan problematika siswa dan peran seorang guru dalam penyampaian materi. Selain itu sistem dan pengelolaan sekolah serta pembelaan diri yang dilakukan oleh guru adalah bentuk ketidakmampuan mengkaji serta memecahkan masalah yang dialami siswa dan guru di kelas.

Oleh sebab itu evaluasi dan pengamatan untuk mengubah perilaku guru yang cenderung nyaman dan tanpa ada inovasi perlu dihindari sebab yang diperlukan dalam proses pembelajaran adalah selalu dinamis.

Selain itu para guru dituntut untuk dapat memberikan nilai-nilai kehidupan dan sikap tegas dan keras dalam menyemangati siswa serta menunjukkan nilai kemanusiaan akan membekas pada kehidupan siswa kelak.

Penelitian tindakan kelas adalah mencari metode-metode yang baik dan ditemukannya metode tersebut akan membuat guru menjadi bergairah melakukan pengkajian yang berujung pada kesan yang mendalam bagi siswa dikemudian hari. Ide penelitian dapat diawali dari mengamati dan problematika yang muncul di kelas atau pada mata pelajaran, judul penelitian tidak terlalu panjang dan menjadi  kalimat tetapi merupakan pernyataan papar, Prof Andre.

Lebih lanjut Andre, mengingatkan bahwa latar belakang penelitian adalah roh dari penelitian tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan dua pendekatan yaitu pendekatan khusus ke umum atau dari umum ke khusus. Andre mencontohkan, misalnya nilai matematika di kelas pada semester ini menurun, berikan alasan terhadap penelitian tersebut, bagaimana meneliti dan menginfestigasi dengan menggunakan metode, rumusan masalah yang dapat terukur.

Sementara itu pembicara ketiga Drs. Theo Sudimin, MS menyampaikan bahwa Peka dan kritis adalah bagian yang harus dipahami sebagai sebuah kebutuhan untuk memancing sebuah pertanyaan, seorang peneliti adalah mencoba untuk berpikir terbalik dengan fenomena yang ada dan kita tidak setuju untuk diajak berpikir dangkal, berpijak pada realitas dan berani berpikir tajam dan keluar dari pakem pemikiran yang umum.

Menanggapi pertanyaan dari para peserta Ketua Panitia menyampaikan perlu memetakan kembali (reframing) apabila ada  fasilitas donor,  FEB menyediakan ruang untuk publikasi berupa buku dan jurnal hasil PTK para guru yang telah diselesaikan.  Workshop PTK tersebut akan dilanjutkan dalam bentuk kerjasama yang mengacu pada Tridarma Perguruan Tinggi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.