17 Mahasiswa Unnes Direkrut NII

KORBAN rekrutmen NII mulai terkuak satu per satu. Di Semarang, sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi diduga telah direkrut NII. Di Universitas Negeri Semarang (Unnes) mahasiswa yang ditengarai menjadi korban NII bahkan mencapai 17 orang.

“Setidaknya ada 17 mahasiswa teridentifikasi, mulai angkatan 2005, 2007, 2009, dan 2010,” kata Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Masrukhi melalui staf ahlinya, Alamsyah, kepada okezone.com. Mereka berasal dari berbagai fakultas di antaranya Fakultas Teknik, Fakultas Bahasa dan Sastra, Fakultas MIPA, Fakultas Ilmu Keolahragaan, dan Fakultas Ilmu Sosial.

Rektor Unnes Sudijono Sastroadmodjo memerintahkan seluruh kepala program studi untuk mendata mahasiswanya yang diduga menjadi korban doktrin NII.

“Untuk sementara, laporan yang kami terima baru dua mahasiswa yang diduga menjadi korban pencucian otak jaringan NII. Karena itu, kami terus melakukan pendataan,” ungkapnya saat dihubungi via telepon, Senin (2/5/2011).

Dia menambahkan, laporan tersebut diterimanya dari Kepala Jurusan Biologi. “Dia (kepala jurusan) bercerita dicurhati mahasiswanya perihal jaringan NII. Mahasiswa Biologi itu mengatakan kalau ajaran NII janggal dan tidak masuk akal seperti mengajarkan kejahatan,” tukasnya.

Alamsyah menambahkan modus yang digunakan anggota NII biasanya melalui pendekatan di tempat mushola kampus. Mereka meminta nomor telepon para calon korban agar nantinya bisa diawali dengan pendekatan melalui hubungan telepon. Setelah itu mereka akan mengajak korban ke pengajian di tempat tertentu, sekaligus dimintai uang atau benda berharga yang bila diuangkan bisa senilai Rp 1,3 juta hingga Rp 1,4 juta rupiah.

Semua informasi ini didapat dari dua mahasiswa UNNES yang berhasil keluar dari jaringan NII. Saat ini dua mahasiswa itu sedang dalam proses pemulihan. Rencananya, setelah dipulihkan kedua mahasiswa tersebut akan dilibatkan untuk membendung gerakan NII di kampus tersebut. PortalSemarang.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.