Connect with us

News

Edukasi Pertolongan Pertama Cedera Rumah Tangga, Mahasiswa UNNES Gagas Program SAHABAT

Published

on

Tim Giat 16 Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) Kelompok 36 melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “SAHABAT: Sadar dan Handal Bantuan Awal Trauma” di Posyandu Dukuh Kedung Banteng, Desa Kadengan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya ibu-ibu yang mengikuti kegiatan Posyandu, mengenai pertolongan pertama pada cedera rumah tangga sebagai upaya meminimalkan risiko komplikasi akibat penanganan yang kurang tepat. Kegiatan yang merupakan salah satu program kerja Tim Giat 16 Kesehatan FK UNNES Kelompok 36 ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Posyandu sehingga edukasi dapat menjangkau masyarakat secara langsung. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu yang hadir pada Posyandu di Dukuh Kedung Banteng sebagai kelompok yang memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan pertama kepada anggota keluarga ketika terjadi kecelakaan di rumah.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada cedera rumah tangga, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui edukasi kesehatan berbasis masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengisian pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai pertolongan pertama cedera rumah tangga. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi penyuluhan mengenai penanganan awal pada berbagai jenis cedera yang sering terjadi di lingkungan rumah, meliputi luka bakar, luka sayat, luka gores, luka tusuk, cedera akibat terpeleset atau jatuh, serta cedera akibat tersengat aliran listrik. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan kuis interaktif sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta, kemudian diakhiri dengan pengisian post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan setelah mengikuti penyuluhan.

Materi disampaikan secara interaktif oleh Ari Praneza Ahmad, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang. Melalui penyampaian yang komunikatif dan disertai diskusi bersama peserta, masyarakat diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pertolongan pertama yang tepat serta kondisi-kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut di fasilitas pelayanan kesehatan.

Ari Praneza Ahmad mengatakan bahwa kecelakaan rumah tangga merupakan kejadian yang sering dijumpai dan dapat dialami oleh siapa saja. Menurutnya, kemampuan memberikan pertolongan pertama merupakan keterampilan dasar yang perlu dimiliki setiap anggota keluarga.

“Melalui program SAHABAT, kami berharap masyarakat tidak lagi panik ketika menghadapi kejadian cedera di rumah. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada luka bakar, luka sayat, luka tusuk, terpeleset, maupun tersetrum dapat membantu mencegah kondisi korban menjadi lebih buruk sebelum memperoleh penanganan dari tenaga kesehatan,” kata Ari.

Dosen Pembimbing Lapangan, Lutfi Muzaqi, S.K.M., M.K.K.K., menilai edukasi pertolongan pertama merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat sehari-hari.

“Pemberdayaan masyarakat melalui edukasi pertolongan pertama merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan. Masyarakat yang memahami tindakan bantuan awal akan lebih siap menghadapi kejadian cedera sehingga dapat meminimalkan risiko komplikasi sebelum mendapatkan penanganan medis. Kegiatan ini mendukung implementasi SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kapasitas kesehatan masyarakat, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyebarluasan pengetahuan kesehatan” ujar Lutfi.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu yang mengikuti Posyandu aktif berdiskusi, menjawab kuis, serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait penanganan cedera yang sering terjadi di lingkungan rumah. Hasil evaluasi melalui post-test juga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti penyuluhan.

Melalui kegiatan ini, Tim Giat 16 Kesehatan FK UNNES Kelompok 36 berharap masyarakat, khususnya para ibu sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga, mampu menerapkan langkah-langkah pertolongan pertama secara tepat ketika menghadapi kejadian cedera di rumah. Peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko komplikasi akibat penanganan yang tidak sesuai sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi kondisi darurat.

Program SAHABAT (Sadar dan Handal Bantuan Awal Trauma) menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, Tim Giat 16 Kesehatan FK UNNES Kelompok 36 berkomitmen meningkatkan literasi kesehatan masyarakat mengenai pertolongan pertama sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan sesuai dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs).

Rahmat Petuguran adalah pemimpin redaksi PORTALSEMARANG.COM. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia juga aktif menjadi peneliti bahasa. Sebagai peneliti bahasa ia menekuni kajian sosiolinguistik dan analisis wacana. Ia menyelesaikan Pendidikan S1 di Universitas Negeri Semarang, S2 di Universitas Diponegoro, dan menempuh Program Doktor Bidang Linguistik Universitas Gadjah Mada.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending