Connect with us

News

Mengenal Program Senja, Inisiatif Mahasiswa UNNES Edukasi Warga tentang Anemia

Published

on

Tim Giat 16 Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) Kelompok 36 melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “SENJA: Sehatkan Wanita, Jauhi Anemia” di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Dukuh Tindik, Desa Kadengan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur mengenai anemia sebagai salah satu masalah kesehatan yang masih sering diabaikan, padahal dapat berdampak terhadap kualitas hidup dan produktivitas.

Kegiatan yang merupakan salah satu program kerja Tim Giat 16 Kesehatan FK UNNES Kelompok 36 ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Posyandu ILP sehingga edukasi dapat diberikan secara langsung kepada Wanita Usia Subur yang hadir. Sasaran kegiatan adalah wanita usia subur yang mengikuti pelayanan Posyandu di Dukuh Tindik sebagai kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia akibat kebutuhan zat besi yang meningkat.

Program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan gizi seimbang dan konsumsi makanan kaya zat besi, serta SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya promotif dan preventif dalam mencegah terjadinya anemia pada wanita usia subur.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengisian pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta mengenai anemia. Selanjutnya, peserta mengikuti penyuluhan yang membahas pengertian anemia, tanda dan gejala, faktor risiko, dampak anemia terhadap kesehatan, upaya pencegahan, serta rekomendasi menu makanan yang kaya zat besi dan vitamin C untuk membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Setelah sesi penyampaian materi, peserta mengikuti diskusi interaktif dan kuis, kemudian kegiatan ditutup dengan pengisian post-test sebagai evaluasi peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan.

Materi disampaikan secara interaktif oleh Andini Novita Hantari, mahasiswi Program Studi Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang. Dengan penyampaian yang komunikatif dan mudah dipahami, peserta diajak mengenali pentingnya pemenuhan gizi sejak dini sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah anemia.

Andini Novita Hantari mengatakan bahwa anemia masih menjadi masalah kesehatan yang sering tidak disadari oleh masyarakat karena gejalanya kerap dianggap sebagai kondisi biasa.

“Melalui program SENJA, kami ingin meningkatkan kesadaran wanita usia subur bahwa anemia dapat dicegah dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang dan memenuhi kebutuhan zat besi setiap hari. Pencegahan sejak dini sangat penting agar kesehatan tetap terjaga dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu akibat anemia,” kata Andini.

Dosen Pembimbing Lapangan, Lutfi Muzaqi, S.K.M., M.K.K.K., menilai bahwa edukasi mengenai anemia merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan wanita melalui pendekatan promotif dan preventif.

“Pemenuhan gizi yang baik merupakan fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. Edukasi mengenai anemia tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat. Kegiatan ini mendukung implementasi SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang serta SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya pencegahan anemia dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Lutfi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif mengikuti diskusi, menjawab pertanyaan dalam sesi kuis, serta berbagi pengalaman mengenai pola makan sehari-hari. Hasil evaluasi melalui post-test juga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti penyuluhan.

Melalui kegiatan ini, Tim Giat 16 Kesehatan FK UNNES Kelompok 36 berharap wanita usia subur mampu menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan memperbanyak konsumsi makanan kaya zat besi dan vitamin C sebagai upaya pencegahan anemia. Peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan dapat menurunkan risiko anemia, meningkatkan kualitas hidup, serta mendukung kesehatan wanita secara berkelanjutan.

Program SENJA (Sehatkan Wanita, Jauhi Anemia) menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, Tim Giat 16 Kesehatan FK UNNES Kelompok 36 berkomitmen meningkatkan literasi gizi dan kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).

Rahmat Petuguran adalah pemimpin redaksi PORTALSEMARANG.COM. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia juga aktif menjadi peneliti bahasa. Sebagai peneliti bahasa ia menekuni kajian sosiolinguistik dan analisis wacana. Ia menyelesaikan Pendidikan S1 di Universitas Negeri Semarang, S2 di Universitas Diponegoro, dan menempuh Program Doktor Bidang Linguistik Universitas Gadjah Mada.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending