News
Tim Giat 16 UNNES Kelompok Edukasi Pencegahan ISPA di Desa Kadengan, Blora
Tim Giat 16 Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) Kelompok 36 melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “SIGAP ISPA (Sosialisasi Gerakan Antisipasi dan Pencegahan ISPA)” di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Sejahtera VI, Dukuh Kedungtalang, Desa Kadengan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu yang memiliki balita mengenai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), salah satu penyakit yang masih menjadi penyebab utama kesakitan pada anak di Indonesia.
Kegiatan yang merupakan salah satu program kerja Tim Giat 16 Kesehatan KKN UNNES Kelompok 36 ini menyasar ibu balita karena memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan anak serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga. Melalui edukasi ini, diharapkan para ibu mampu mengenali gejala ISPA sejak dini, melakukan langkah pencegahan, serta mengetahui kapan anak memerlukan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas pelayanan kesehatan.
Program SIGAP ISPA juga menjadi bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penyakit infeksi pada anak serta penguatan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya promotif dan preventif.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengisian pre-test setelah peserta menyelesaikan empat langkah pelayanan Posyandu dan memasuki langkah kelima, yaitu penyuluhan. Pre-test dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta mengenai pengertian, gejala, faktor risiko, dan pencegahan ISPA pada anak.
Selanjutnya, peserta mengikuti penyuluhan menggunakan media PowerPoint dan poster edukasi bertajuk “Kenali dan Cegah ISPA pada Anak”. Materi yang disampaikan meliputi pengertian ISPA, jenis-jenis ISPA, faktor risiko, tanda dan gejala, penanganan awal, serta berbagai upaya pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga.
Materi disampaikan secara interaktif oleh Ayu Zulaicha, mahasiswa Tim Giat 16 Kesehatan KKN UNNES Kelompok 36, yang mengajak peserta berdiskusi mengenai kebiasaan sehari-hari yang dapat meningkatkan maupun menurunkan risiko terjadinya ISPA pada anak.
Ayu Zulaicha mengatakan bahwa pencegahan ISPA tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga memerlukan keterlibatan keluarga dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Melalui program SIGAP ISPA, kami berharap para ibu dapat lebih memahami cara mengenali gejala ISPA sejak dini serta menerapkan langkah-langkah pencegahan di rumah. Kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan tangan, menciptakan lingkungan yang bersih, serta mengurangi paparan asap rokok dapat membantu melindungi anak dari risiko ISPA,” ujar Ayu.
Sebagai bagian dari edukasi, peserta juga mengikuti praktik enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang dipandu langsung oleh pelaksana. Praktik ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam menerapkan salah satu perilaku hidup bersih dan sehat yang efektif untuk mencegah penularan penyakit infeksi, termasuk ISPA. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kuis interaktif yang disambut antusias oleh peserta sebelum diakhiri dengan pengisian post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan setelah mengikuti penyuluhan.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, poster edukasi “Kenali dan Cegah ISPA pada Anak” diserahkan kepada bidan desa untuk dipasang di Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi bagi masyarakat secara berkelanjutan. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama bidan desa, kader Posyandu, dan seluruh peserta.
Dosen Pembimbing Lapangan, Lutfi Muzaqi, S.K.M., M.K.K.K., menyampaikan bahwa edukasi mengenai ISPA merupakan salah satu langkah penting dalam meningkatkan derajat kesehatan anak melalui pendekatan promotif dan preventif.
“ISPA masih menjadi salah satu penyakit yang sering dijumpai pada anak dan sebagian besar kasusnya dapat dicegah melalui peningkatan pengetahuan masyarakat serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi kepada orang tua, khususnya ibu balita, menjadi investasi penting dalam menurunkan risiko penyakit infeksi pada anak. Kegiatan ini sejalan dengan implementasi SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) karena berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk menjaga kesehatan anak dan mencegah penyakit sejak tingkat keluarga,” ujar Lutfi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Ibu-ibu balita aktif mengikuti praktik CTPS, menjawab pertanyaan dalam sesi kuis, serta berdiskusi mengenai pengalaman mereka dalam menangani anak yang mengalami gejala ISPA. Hasil evaluasi melalui post-test juga menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan.
Melalui kegiatan ini, Tim Giat 16 Kesehatan KKN UNNES Kelompok 36 berharap para ibu dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menciptakan lingkungan keluarga yang lebih sehat dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Program SIGAP ISPA (Sosialisasi Gerakan Antisipasi dan Pencegahan ISPA) menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan berbasis kebutuhan masyarakat, Tim Giat 16 Kesehatan KKN UNNES Kelompok 36 berkomitmen meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).
-
Muda & Gembira11 years agoKalau Kamu Masih Mendewakan IPK Tinggi, Renungkanlah 15 Pertanyaan Ini
-
Lowongan11 years agoLowongan Dosen Akademi Teknik Elektro Medik (ATEM), Deadline 24 Juni
-
Muda & Gembira11 years agoSMS Lucu Mahasiswa ke Dosen: Kapan Bapak Bisa Temui Saya?
-
Muda & Gembira11 years agoSembilan Kebahagiaan yang Bisa Kamu Rasakan Jika Berteman dengan Orang Jepara
-
Muda & Gembira12 years agoInilah 10 Sifat Orang Ngapak yang Patut Dibanggakan
-
Muda & Gembira12 years agoInilah 25 Rahasia Dosen yang Wajib Diketahui Mahasiswa
-
Kampus12 years agoAkpelni – Akademi Pelayaran Niaga Indonesia
-
Kampus14 years agoUnwahas – Universitas Wahid Hasyim
