Jurusan Farmasi Semakin Diminati

PERKEMBANGAN profesi apoteker membuat ilmu farmasi menjadi semakin diminati. Selain itu, aplikasi keahlian ilmu farmasi di bidang kerja juga sangat luas. Program studi farmasi pun kini menjadi salah satu incaran.

Hal itu juga terjadi di program studi Farmasi Fakultas Kedokteran (FK) Unissula. Meskipun tergolong masih baru namun sangat diminati karena mempunyai berbagai keunggulan spesifik. Selain itu, Program Studi Farmasi juga memiliki Teaching Hospital (Rumah Sakit Islam Sultan Agung) yang menjadi pusat penelitian, pendidikan, pelatihan dan pelayanan di bidang kesehatan dan diintegrasikan dengan fakultas-fakultas lain yang bergerak dibidang kesehatan.

Dosen Prodi Farmasi FK Unissula Naniek Widyaningrum SFarm MSc Apt mengungkapkan, dalam masyarakat kerap terjadi persepsi keliru tentang profesi apoteker. “Apoteker tidak hanya sekedar penjual obat di apotek seperti yang umumnya dikenal, namun perannya bisa lebih dari itu bahkan sangat luas,” katanya.

Menurut Naniek, Apoteker yang bekerja di apotek, biasanya tidak hanya berkompeten di bidang penjualan dan peracikan obat, namun juga bertanggung jawab atas pemilihan dan penggunaan obat yang rasional, berperan pada pemberian informasi dan konseling obat kepada masyarakat. Bahkan apoteker ikut bertanggung jawab atas efek terapi dari penggunaan dosis obat yang diberikan.

“Apoteker bisa menciptakan segudang formulasi obat, baik yang zat aktifnya dari bahan kimia maupun herbal (herbal medicine), dari mulai sediaan krim, salep, pasta, gel, suppositoria, pil, tablet, dan masih banyak bentuk sediaan obat lainnya. Sesungguhnya seorang apoteker diciptakan untuk menjadi seorang entrepreneur,” katanya.

Di Unissula, sebagaimana diberitakan pada laman resmi, apoteker saat ini tidak hanya berfokus pada produk namun juga pada pelayanan, sehingga peran apoteker pada tingkat kesuksesan pengobatan pasien sangatlah besar.

Peluang kerja farmasi juga sangat luas, dalam bidang industri farmasi, industri bahan baku obat, industri obat tradisional, pabrik kosmetika, Rumah sakit, Puskesmas, Klinik, BPOM, Dinkes, Depkes, dan Apotek.

Facebook Comments