News
Dosen UNNES Latih Guru SMA Rembang Alihwahanakan Karya Sastra Jadi Teks Iklan
Tim dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar Pelatihan Mengalihwahanakan Karya Sastra Menjadi Teks Iklan bagi guru Bahasa Indonesia SMA di Kabupaten Rembang.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka yang menekankan penguatan ekonomi kreatif berbasis literasi.
Pelatihan tersebut dipimpin oleh Dr. Mukh Doyin, M.Si. bersama anggota tim Dr. Wagiran, M.Hum. dan Dr. Zuliyanti, S.Pd., M.Pd., dengan melibatkan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNNES. Kegiatan berlangsung bekerja sama dengan SMAN 1 Rembang sebagai mitra pelaksana
Dorong Sastra Bernilai Ekonomi Kreatif
Ketua tim pengabdian, Dr. Mukh Doyin, menjelaskan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman guru dalam mengaitkan karya sastra dengan kebutuhan ekonomi kreatif.
“Selama ini karya sastra sering dipandang hanya sebagai ekspresi estetis. Padahal, melalui teknik alih wahana, puisi, prosa, dan drama dapat dikembangkan menjadi teks iklan yang kreatif dan bernilai ekonomi,” jelasnya.
Dalam Kurikulum Merdeka, peserta didik dituntut mampu memodifikasi karya sastra untuk kepentingan ekonomi kreatif. Namun, banyak guru mengaku belum familiar dengan konsep dan praktik alih wahana, khususnya dari teks sastra ke teks iklan.
Praktik dan Pendampingan
Pelatihan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari analisis kebutuhan, pemaparan materi, praktik langsung, hingga pendampingan dan evaluasi. Para guru dilatih mengubah puisi, cerpen, dan drama menjadi teks iklan dengan memanfaatkan unsur diksi, imaji, tokoh, alur, serta pesan moral karya sastra.
Peserta juga diberikan contoh konkret alih wahana, seperti puisi yang diadaptasi menjadi slogan iklan, atau tokoh novel yang dijadikan daya tarik promosi produk dan jasa.
Pemahaman Guru Meningkat
Hasil evaluasi menunjukkan pelatihan ini berdampak positif. Tingkat pemahaman peserta terhadap konsep dan praktik alih wahana meningkat hingga 89 persen. Para guru dinilai mampu menerapkan teknik alih wahana dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah masing-masing.
Selain peningkatan kompetensi guru, kegiatan ini juga menghasilkan sejumlah luaran, antara lain artikel ilmiah, berita media massa, video dokumentasi kegiatan, serta hak cipta buku berjudul “Menggubah Karya Sastra Menjadi Iklan” .
Tim pengabdi berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan kompetensi guru Bahasa Indonesia.
“Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran sastra, tetapi juga membuka wawasan bahwa Bahasa Indonesia memiliki peran strategis dalam membentuk generasi kreatif dan mandiri secara ekonomi,” pungkas Dr. Mukh Doyin.
-
Muda & Gembira11 years agoKalau Kamu Masih Mendewakan IPK Tinggi, Renungkanlah 15 Pertanyaan Ini
-
Lowongan11 years agoLowongan Dosen Akademi Teknik Elektro Medik (ATEM), Deadline 24 Juni
-
Muda & Gembira11 years agoSMS Lucu Mahasiswa ke Dosen: Kapan Bapak Bisa Temui Saya?
-
Muda & Gembira11 years agoSembilan Kebahagiaan yang Bisa Kamu Rasakan Jika Berteman dengan Orang Jepara
-
Muda & Gembira11 years agoInilah 10 Sifat Orang Ngapak yang Patut Dibanggakan
-
Kampus12 years agoAkpelni – Akademi Pelayaran Niaga Indonesia
-
Muda & Gembira11 years agoInilah 25 Rahasia Dosen yang Wajib Diketahui Mahasiswa
-
Kampus14 years agoUnwahas – Universitas Wahid Hasyim
