News
BPIP Perkuat Ideologi Pancasila untuk Dosen Lewat Diklat PIP di Semarang
PORTALSEMARANG.COM, SEMARANG – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terus memperkuat peran dosen sebagai penjaga karakter bangsa melalui penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) Khusus bagi Dosen Pendidikan Pancasila Angkatan V Tahun 2026 yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada 24–26 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam mengokohkan ideologi Pancasila di ruang-ruang akademik, sekaligus menjawab berbagai tantangan multidimensi yang dihadapi bangsa di era yang terus berubah.
Kepala BPIP RI, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa penguatan kapabilitas dosen merupakan kunci dalam mewujudkan visi “Asta Cita” Presiden dan Wakil Presiden RI, khususnya dalam memperkokoh ideologi Pancasila.
“Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara serta pandangan hidup bangsa merupakan ‘meja statis’ yang menyatukan keragaman, sekaligus ‘leitstar dinamis’ atau bintang penuntun arah perjalanan bangsa menuju Indonesia Raya,” tegasnya.

Menurutnya, pendidikan Pancasila tidak boleh berhenti pada tataran konseptual, tetapi harus mampu membentuk generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus berintegritas moral. Ia menekankan pentingnya langkah sistematis, terencana, sinergis, dan berkelanjutan dalam memperkuat Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi.
Plt. Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP, Dr. Adhianti, S.I.P., M.Si., menjelaskan bahwa Diklat Angkatan V ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang telah menjangkau 1.000 dosen dari sekitar 437 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Program ini juga memiliki landasan hukum yang kuat melalui UU Nomor 12 Tahun 2012 dan PP Nomor 4 Tahun 2022 yang menegaskan Pancasila sebagai muatan wajib kurikulum.
“Diklat ini bertujuan mengkonstruksikan karakter Pancasila melalui penguatan aspek pengetahuan, disposisi, dan tindakan dalam penyelenggaraan MKWK Pendidikan Pancasila,” jelas Adhianti.
Para peserta dibekali materi komprehensif, mulai dari sejarah lahirnya Pancasila hingga sistem ekonomi Pancasila, dengan pendekatan kritis dan inovatif. Harapannya, para dosen mampu menjadi teladan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara praksis di lingkungan kampus.
Apresiasi juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, S.E., M.M., menyampaikan dukungan penuh atas inisiatif BPIP dalam memperkuat ideologi generasi muda melalui peran dosen.
Menurutnya, mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan yang akan terjun langsung ke masyarakat. Karena itu, penanaman nilai Pancasila sejak bangku kuliah dinilai sangat penting untuk menjaga persatuan, kesatuan, dan kondusivitas wilayah.
“Kami berharap pelatihan ini menjadi embrio yang berkembang luas di masyarakat, khususnya di Jawa Tengah, sehingga ideologi Pancasila benar-benar menjadi fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Jawa Tengah, para rektor sejumlah perguruan tinggi di Semarang, pejabat pimpinan tinggi BPIP, serta perwakilan Ditjen Dikti dan LLDIKTI.
Melalui penguatan kapasitas dosen Pendidikan Pancasila, BPIP berharap nilai-nilai luhur bangsa tidak hanya diajarkan, tetapi juga dihidupkan dalam praktik kehidupan akademik dan sosial, sebagai fondasi kokoh menuju Indonesia Raya.
-
Muda & Gembira11 years agoKalau Kamu Masih Mendewakan IPK Tinggi, Renungkanlah 15 Pertanyaan Ini
-
Lowongan11 years agoLowongan Dosen Akademi Teknik Elektro Medik (ATEM), Deadline 24 Juni
-
Muda & Gembira11 years agoSMS Lucu Mahasiswa ke Dosen: Kapan Bapak Bisa Temui Saya?
-
Muda & Gembira11 years agoSembilan Kebahagiaan yang Bisa Kamu Rasakan Jika Berteman dengan Orang Jepara
-
Muda & Gembira11 years agoInilah 10 Sifat Orang Ngapak yang Patut Dibanggakan
-
Muda & Gembira12 years agoInilah 25 Rahasia Dosen yang Wajib Diketahui Mahasiswa
-
Kampus12 years agoAkpelni – Akademi Pelayaran Niaga Indonesia
-
Kampus14 years agoUnwahas – Universitas Wahid Hasyim
