Banyumanik | Profil Kecamatan, Potensi Ekonomi, Wisata

BANYUMANIK adalah kecamatan di bagian selatan Kota Semarang. Terletka di kawasan atas, Banyumanik menjadi kota satelit yang menjanjikan perkembangannya.

Ada kecenderungan, kawasan ini akan terus berkembang seiring jenuhnya kawasan Semarang Kota. Sejumlah perumahan, perguruan tinggi, dan sekolah berekspansi ke sana,

Di bidang pendidikan, perkembangan dapat kita amati dari munculnya sekolah-sekolah berkelas, antara lain Al Azhar, Hidayatullah, Sekolah Bukit Aksara sampai tempat kursus pendidikan seperti Jarimatika, kumon dan bahasa Inggris, Jepang, Arab, Prancis.

Ditambah pula ada dua pergurun tinggi, yakni Universitas Pandanaran dan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Departemen Kesehatan RI.

pengembang perumahan tampaknya tertarik dengan kawasan atas karena kondisi lingkungan lebih sehat. Selain udara segar, kemacetan parah jarang sekali terjadi di Banyumanik, kecuali Jalan Setiabudi. Banyak investor berlomba berinvestasi baik dalam bentuk badan usaha, tanah, maupun rumah di Banyumanik.

Berubah Perubahan Banyumanik tergolong cepat. Dengan luas kawasan mencapai 2.509,98 hektare, secara keadministrasian membawahi 11 kelurahan, yakni Pudakpayung, Gedawang, Jabungan, Pedalangan, Banyumanik, Srondol Kulon, Srondol Wetan, Tinjomoyo, Padangsari, Sumurboto dan Ngesrep. Hingga tahun 2010, pendudukan Kecamatan Banyumanik sudah lebih dari 100.739 jiwa.

Jumlah penduduk sebesar itu dipastikan akan mendorong Banyumanik berkembang lebih pesat. Saat ni saja di sana sudah ada jumlah industri ada 84 unit, jumlah perusahaan ada 91 usaha, dan jumlah koperasi/perkreditan ada 265 usaha.

Meski begitu, bukan berarti Banyumanik tanpa masalah. Perkembangan yang tidak terkontorl mengancam Banyumanik menjadi kota kecil yang semrawut.

Perkembangan usaha masyarakat dan perumahan harus ditata dengan master plan jangka panjang yang dikawal konsisten. Kawasan hijau harus dijaga agar tidak terus menerus digerus oleh perumahan dan pabrik.

POTENSI WILAYAH | PROFIL KELURAHAN  | PEJABAT DAERAH | PELAYANAN | ARSIP BANYUMANIK

Comments on Facebook


Get Widget