Workshop Pembelajaran Religiositas di Unika

Dosen Unika Soegjiapranata telah bekerja sama dengan United Board for Christian Higher Education in Asia,  lembaga dewan serikat pendidikan tinggi Kristen yang berpusat di New York, melakukan penelitian.

Hasil kerja sama yang telah diperoleh kemarin diseminarkan dengan tema “Pembelajaran Religiositas Dalam Rangka Membangun Pemahaman dan Sikap Kerukunan Antar Umat Beragama”.

Bertempat di Ruang Sidang Gedung Mikael lantai tiga Unika Soegijapranata seminar dihadiri perwakilan berbagai universitas, antara lain Udayana  Bali, Sanata Dharma Yogyakarta, Atmajaya Yogyakarta, Universitas Sultan Agung Semarang, Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Komisi Kateketik Keuskupan Agung Semarang dan para dosen pengampu mata kuliah umum (MKU), serta dari kalangan Unika Soegijapranata.

Tim peneliti Unika Soegijapranata yang mengemban tugas tersebut adalah Y. Trihoni Nalesti Dewi, Octavianus Digdo Hartomo, Marcella Elwina Simanjuntak, Heribertus Hermawan Pancasiwi, Yulita Titik Sunarimahingsih dan Bernadetta Resti Nurhayati. Dalam seminar tersebut tim peneliti mengharapkan masukan dari peserta seminar guna melengkapi hasil penelitian tersebut.

Penelitian ini antara lain menyimpulkan religiositas sebagai alternatif untuk pengganti pendidikan Agama di Perguruan Tinggi. Hal ini mengandung kepentingan bahwa warna negara Indonesia majemuk dan beragam baik suku, budaya dan agama; Perguruan Tinggi diharapkan tidak mengajarkan agama secara eksklusif dan mahasiswa diberi kesempatan untuk menumbuhkan nilai-nilai kehidupan bersama.

Di samping itu tujuan penelitian tersebut adalah memberikan suatu bukti empiris mengenai pengaruh antara pendidikan agama atau pendidikan relegiositas terhadap pemahaman antar umat beragama dan sikap membangun kerukunan antar umat beragama khususnya dikalangan kampus yang dikemas dalam Mata Kuliah Religiositas.

Metode pengumpulan data melalui survey dan pengisian kuesioner terhadap 525 mahasiswa di sepuluh perguruan tinggi di Jateng, DIY dan Bali dengan mempertimbangkan aspek proposionalitas agama yang dianut oleh para responden.

Tiga variabel utama dalam penelitian tersebut meliputi: persepsi responden terhadap pendidikan agama atau religiositas yang telah mereka terima, Persepsi responden terhadap pemahaman antar umat beragama dan persepsi responden dalam membangun kerukunan antar umat beragama.

Sedangkan diskripsi responden menurut agama masing-masing responden beragama Islam 38,48%, Katolik 29,52%, Kristen 18,48 %, Budha 0,95% dan Kong Hu Chu 0,57%.

Dengan meninjau berbagai diskripsi baik pengalaman religiositas, kerukunan hidup beragama, sikap membangun kerukunan dan pengujian pengaruh maka kesimpulan bahwa model pendidikan religiositas yang dikembangkan dan diajarkan memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan model pendidikan agama terhadap pemahaman antar umat beragama dan sikap membangun kerukunan antar umat beragama.

Menurut tim peneliti Heribertus Hermawan Pancasiwi, metode pembelajaran religiositas yang dikaji akan menghasilkan titik temu yang dapat diolah secara baik menjadi metode pembelajaran, tidak saja berkembang di dalam kelas tetapi diharapkan dapat menjadi perubahan pada mahasiswa dalam sikap dan perilaku mahasiswa, terlepas dari kelemahan atau kekurangan dari substansi yang terdapat dalam buku pegangan yang dipergunakan dalam pendidikan tersebut. PortalSemarang.Com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.