Wayang Orang Menyerbu Jalan Pahlawan…

TAK seperti biasanya, Jalan Pahlawan Semarang diserbu tokoh wayang. Mereka berkostum unik, menyerupai Gatotkaca, Srikandi, juga Anoman. Tak pelak, kehadiran mereka menyita perhatian warga yang sedang jalan-jalan di sana.

Aksi wayang-wayang ini adalah inistaif Komunitas Cah Semarang (KCS) untuk memperkanlkan kembali wayang pada khalayak. Pasalnya, kian hari ada indikasi, wayang kain tersingkir.

Para peserta aksi yang berjumlah sekitar 200-an orang itu ingin kembali memperkenalkan wayang kepada warga Semarang. Kegiatan KCS tersebut bertajuk ”Membangun Karakter dan Jati Diri Bangsa melalui Pertunjukan Wayang”.

Ketua panitia Saesario Indrawan berharap, digelarnya “Wayang Orang on The Street” membuat wayang, batik, dan keris tetap menjadi idola bagi masyarakat. Tiga pusaka leluhur yang sudah dipatenkan Unesco itu jelas bukan filosofi belaka. “Wayang adalah identitas Jawa Tengah. Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat untuk kembali cinta produk dalam negeri,” kata Saesario.

Dalam aksi yang berlangsung Jumat (7/10) malam itu KCS menggandeng pelajar TK-SMP, seniman Ngesti Pandawa, pegiat cosplay, Klub Merby, Paduan Suara Mahasiswa Undip, dan pegiat seni seperti Didik Nini Thowok. Acara yang dibuka Wali Kota Soemarmo HS itu pun berlangsung meriah.

Meski digelar spontan, sambutan masyarakat amat meriah. Bambang Suwarno (43), warga Tlogosari, mengaku senang bisa mendampingi sang anak, Safira Erly (5), yang ikut dengan berkostum Srikandi. Menurut Bambang, karnaval ini perlu didukung berbagai pihak agar rutin digelar.

Pemerhati wayang sekaligus penasihat Ngesti Pandawa, Prof dr Edi Dharmana PhD, menyebut “Wayang Orang on The Street” bisa dikembangkan dengan mengikutsertakan potensi lokal lain seperti dolanan anak dan jajanan pasar.  ”Dengan begitu kegiatan seni di Semarang bisa kembali hidup,” tandas Edi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.