Tradisi Berprestasi di Universitas Konservasi

Untuk mengembangkan potensi mahasiswanya, Universitas Negeri Semarang (Unnes) telah menyiapkan aneka fasilitas. Selain kegiatan akademik, mahasiswa difasilitasi untuk berprestasi di berbagai bidang. Mulai dari ilmiah, olahraga, seni, hingga hobi.

Di bidang ilmiah, salah satu sarana berprestasi adalah kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Kompetisi tahunan ini digelar Dirjen Dikti kepada seluruh mahassiswa di Indonesia. Caranya, mahasiswa mengajukan proposal penelitian atau kewirausahaan. Jika proposal dinilai layak, mahasiswa akan memperoleh biaya penelitian.

Jika sebuah penelitian dinilai berbobot, mahasiswa berkesempatan maju dalam kompetisi nasional Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Di sini, hasil penelitian dari ratusan perguruan tinggi di Tanah Air akan dilombakan.
Di bidang ilmiah, selama ini mahasiswa Unnes adalah partisipan terproduktif. Tahun 2014, sebanyak 359 proposal mahasiswa Unnes didanai. Dengan jumlah itu, Unnes berada di peringkat tiga nasional.

Bagi pecinta olahraga, boleh dibilang Unnes adalah kampus para atlet. Sebab, dari tahun ke tahun, Universitas Konservasi ini tidka pernah berhenti melahirkan atlet berbakat. Beberapa di antara mereka menorehkan prestasi internasional saat mereka masih jadi mahasiswa.

Dalam event multinegara Asean Beach Games 2014 lalu misalnya, mahasiswa Unnes Putri Tiga Dewi jadi penyumbang medali emas pertama untuk kontingan Indonesia. September pada tahun yang sama, mahasiswa Unnes berhasil meraih emas dan perak dalam “The 6th World Cup Woodball Championship” di Sanya China.

Prestasi mahasiswa di bidang olahraga tidak hanya dapat ditemui pada cabang woodball. Pada cabang bola voli, sepak takraw, sepak bola, karate, atletik, pencak silat, mahasiswa kerap tampil juara. Tidak heran jika mahasiswa Unnes juga kerap jadi wakil daerah dalam Pekan Olahraga Nasional.

Pada bidang seni, Unnes telah memiliki setidaknya 15 Unit Kegiatam Mahasiswa (UKM). Ada seni tradisi seperti karawitan, seni islamseperti remo, hingga kesenian modern seperti band dan paduan suara (choir).

Sekadar contoh, tahun 2014 lalu, mahasiswa Unnes Orchida Orchida Septitya Trissatiti dinobatkan sebagai pembaca puisi terbaik se-Indonesia dalam ajang Pekan Seni mahasiswa Nasional (Peksiminas) di Palangka Raya. Kemampuannya membaca puisi tak terkalahkan oleh mahasiswa lain dari seluruh Indonesia.

Fasilitas yang disediakan universitas tidak terbatas pada bidang prestasi. Universitas Konservasi ini juga menyediakan wadah agar hobi mahasiswa tersalurkan dengan baik.

Mahasiswa yang hobi memanjat gunung misalnya, dianjurkan bergabung dengan mahasiswa Pecinta Alam (Mahapala). Mahasiswa yang gemar memasak, dapat bergabung dengan UKM Boga. Bahkan mahasiswa yang hobi memotret, juga diwadahi melalui UKM Clic.

“Saat ini sudah ada 54 UKM untuk memfasilitasi mahasiswa mengembangkan diri. Jika diperlukan, tidak tertutup kemungkinan akan muncul UKM baru. Intinya, universitas ingin potensi tiap mahasiswa berkembang baik,” kata Pembantu Rektor Kemahasiswaan Dr Bambang Budi Raharjo MSi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.