Toko Ramai Pengunjung Langgar Sosial Distancing

 

Jepara – Sudah memasuki masa Idul Fitri namun, masih dengan suasana Pandemi yang semakin menjadi. Masyarakat tetap mementingkan ego daripada keselamatan bersama.

Melihat bagaimana keseharian masyarakat di daerah Jepara, banyak yang masih melakukan kegiatan di luar rumah serta tidak menerapkan anjuran sosial distancing, meski sudah diimbau oleh aparat setempat. Akhir-akhir ini di daerah Jepara semakin longgar terhadap peraturan sosial distancing ini, kasus positif Covid-19 di daerah Jepara sendiri sekarang sudah berada di angka 0, di mana awalnya 5 positif, dengan 1 pasien mati dan 4 pasien sembuh. Sedang ODP dan PDP masih dalam angka puluhan dan belasan, corona.jepara.go.id (Jumat, 22/05/2020).

Diakhir bulan Ramadan, menjelang Idul Fitri, banyak toko, ruko, serta pasar diserbu oleh masyarakat setempat untuk membeli keperluan sehari-hari maupun keperluan untuk Idul Fitri. Terlihat pada salah satu parkiran toko pakaian dan aksesoris yang ada di Jepara kota, tepatnya berada di dekat Pasar Ratu II Jepara, yang padat oleh kendaraan pengunjung walaupun sekarang masih berlaku imbauan untuk tetap di rumah dan menjaga jarak sosial.

“Di awal bulan Maret sampai Mei karyawan mendapat libur secara bergiliran, dikarenakan saat itu sedang sepi pengunjung. Toko mulai ramai sekitar 2 minggu terakhir menjelang Idul Fitri, seperti biasa masyarakat berburu berbagai barang untuk lebaran,” ungkap Anggi, salah satu karyawan toko tersebut (20/05/2020).

“Bahkan pagi hari saat toko belum buka kerap menjumpai pengunjung yang sudah menunggu di depan teras, puncak keramaian pengunjung pada malam hari selesai salat Tarawih, jika siang hari tidak terlalu ramai, naiknya tingkat keramaian saat Pandemi ini dikarenakan menjelang Idul Fitri, setelah ini kemungkinan akan kembali sepi lagi,” lanjutnya.

Terungkap bahwa alasan kuat mereka tetap bekerja saat Pandemi di pusat perbelanjaan, padahal pihak toko sendiri memberikan izin para karyawan untuk cuti kerja jika karyawan sekurang-kurangnya sudah 2 tahun bekerja di toko tersebut, yaitu dikarenakan faktor ekonomi. Sedangkan alasan pengunjung untuk datang ke toko yaitu guna berbelanja berbagai model pakaian baru maupun hanya sekadar melihat-lihat berbagai produk yang ada di toko tersebut.

“Saya, membeli beberapa baju untuk lebaran, sekalian cuci mata dan refreshing dari quarantain,” ujar Cindy, salah satu pengunjung toko tersebut (22/05/2020).

Demi kenyamanan dan keselamatan pengunjung maupun karyawan, pihak toko telah menerapkan protokol kesehatan Covid-19, yaitu dengan menyediakan tempat cuci tangan untuk karyawan dan pengunjung dipintu masuk toko, menyediakan sabun di seluruh area WC, mengecek satu persatu suhu badan pengunjung maupun karyawan dan mewajibkan memakai masker sebelum memasuki toko, serta selalu mengimbau pengunjung maupun karyawan untuk bersosial distancing dalam melakukan transaksi pembelian. Namun, terlihat masih banyak pengunjung yang melanggar imbauan sosial distancing ini selama berada di dalam toko.

“Awalnya penerapan protokol kesehatan ini sesuai dengan aturan namun, akhir-akhir ini saat toko ramai (karena menjelang lebaran), sebagian orang memang banyak melanggar aturan tersebut,” pungkas Anggi.

“Dari pihak toko, yang penting sudah memperingatkan dan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tambahnya.

“Di dalam ramai sekali, dan berdesakan, susah kalau mau bersosial distancing,” ungkap Cindy.

 

[Ditya Febriana]

Berita ini merupakan hasil latihan mahasiswa peserta mata kuliah jurnalistik dari jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.