Tingkatkan Daya Kritik Mahasiswa, DPM KM UNNES Selenggarakan Legislative Debate Competition 2021

Sudah selayaknya bagi mahasiswa sebagai agen perubahan penerus bangsa untuk memiliki daya kritik terhadap permasalahan yang terjadi di sekitarnya. Atas latar belakang tersebut, DPM KM UNNES kembali menyelenggarakan Legislative Debate Competition di tahun 2021 setelah berhasil menyelenggarakan kegiatan serupa pada tahun sebelumnya.

Kegiatan ini merupakan lomba debat akademik yang diikuti oleh mahasiswa dari kampus di seluruh Indonesia.

Sebelum masuk ke tahap lomba debat, setiap tim yang terdiri atas 3 mahasiswa dari kampus yang sama mengirimkan karya essai untuk diseleksi. Semua tahapan kegiatan ini dilaksanakan secara daring mengingat anjuran pemerintah untuk melakukan pembatasan kegiatan yang mengakibatkan kerumunan.

Kegiatan LDC 2021 dibuka pada Sabtu (31/7) oleh Koordinator Pembina Lembaga Kemahasiswaan UNNES, Dr Wirawan Sumbodo yang dilanjutkan dengan perlombaan debat tahap semi-final.

Pada seleksi essai, LDC meloloskan 5 (lima) tim mahasiswa dari berbagai kampus untuk melaju ke tahap semi-final. Kampus yang berpartisipasi dalam kegiatan ini diantaranya yakni UGM, UB, UNRI, UNMUL, dan UNDIP.

Kelima tim bertanding memperebutkan tiket untuk dapat melanjutkan pertandingan ke tahap final. Dari hasil pertandingan, dewan juri memutuskan 3 (tiga) tim dengan poin tertinggi, yaitu UNRI, UGM, dan UB berhak bertanding pada tahap final yang akan diselenggarakan pada Minggu (1/8).

Ketua DPM KM UNNES, Febrian Yudha Tama menyatakan urgensi kegiatan ini berkaitan langsung dengan keterbutuhan mahasiswa untuk meningkatkan daya kritik dan rasa empati dalam menghadapi permasalahan yang terjadi.

“Harapannya kegiatan ini mampu mendorong mahasiswa untuk dapat meningkatkan daya kritik dan rasa empati, sehingga nantinya dapat dihasilkan kritik-kritik yang membangun dan solusi yang tepat terhadap permasalahan yang ada,” terang Yudha.

Dr Wirawan Sumbodo dalam sambutannya juga menyampaikan pentingnya mahasiswa untuk memiliki kemampuan debat akademik sebagai bekal setelah lulus atau bagi yang akan berkarir di lembaga legislatif.

“Kegiatan ini bagus untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah, sudah saatnya bagi para pemuda ini nantinya dapat mengisi kursi-kursi di parlemen sehingga dapat membantu dalam pengambilan kebijakan,” tegas Wirawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.