Tim PHP2D KBBI UNNES Bentuk Paguyuban Pengrajin Bambu di Desa Rogomulyo, Semarang

Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) KBBI FBS UNNES telah menginisiasi terbentuknya tim paguyuban pengrajin bambu di Desa Rogomulyo, Kabupaten Semarang, Oktober lalu. Tim paguyuban pengrajin ini nantinya berfokus pada pengembangan usaha kerajinan bambu di desa melalui edukasi literasi berwirausaha di era industri 4.0.

Ketua tim PHP2D KBBI UNNES menyampaikan bahwa adanya inisiasi terbentuknya paguyuban pengrajin bambu dilatarbelakangi dari hasil observasi dan analisis kebutuhan masyarakat di Desa Rogomulyo.

“Dengan melakukan observasi dan analysis kebutuhan masyarakat, tim kami mendapati adanya potensi usaha kerajinan bambu yang belum dikembangkan dengan baik di Desa Rogomulyo, baik itu potensi sumber daya alam maupun potensi sumber daya manusianya. Observasi ini dilakukan dengan metode survei lapangan dan analisis data kependudukan,” ujar Erma, ketua tim PHP2D KBBI UNNES.

Pembentukan tim paguyuban merupakan langkah awal dalam usaha pengembangan kerajinan bamboo Desa Rogomulyo. Erma berharap, terbentuknya tim paguyuban ini dapat meningkatkan sinergitas masyarakat dengan perguruan tinggi, serta menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan nilai-nilai dan karakter dalam bermasyarakat.

Diskusi Terbuka dengan Pemuda Desa

Sebelum terbentuknya tim paguyuban, tim PHP2D KBBI UNNES telah melakukan curah pendapat dengan pemuda karang taruna Desa Rogomulyo. Diskusi ini dilakukan untuk membahas kaderisasi dan program kerja paguyuban

Suwardi, Ketua Karang Taruna Tunas Mulia Desa Rogomulyo, menyampaikan bahwa adanya diskusi terbuka antara mahasiswa pelaksana program dengan pemuda desa akan semakin meningkatkan potensi masyarakat untuk turut berkontribusi dalam upaya pembangunan desa. Salah satu faktor yang menyebabkan Desa Rogomulyo sulit berkembang adalah tingkat kesadaran masyarakat desa terhadap pengembangan potensi untuk berwirausaha yang masih rendah. Karenanya, edukasi merupakan langkah tepat untuk membuka pemikiran masyarakat akan pentingnya berwirausaha di era industri 4.0. Dengan begitu, usaha pembangunan desa melalui kegiatan wirausaha akan dapat digerakkan.

Kami berharap dengan adanya program pemberdayaan desa, akan meningkatkan kepedulian mahasiswa dan masyarakat untuk berkontribusi dalam upaya pembangunan desa yang aktif, mandiri, dan sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.