Terminal Terboyo Akan Direvitalisasi dengan Dana Rp25 M

Terminal Terboyo direncanakan untuk direvitalisasi menggunakan anggaran APBD Kota Semarang sebesar Rp25 miliar.

Namun, sebelum revitalisai dimulai, fungsi terminal tipe A itu harus diperjelas agar tidak tumpang tindih dengan terminal Mangkang.

Wachid Nurmiyanto, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang mengatakan, pembangunan Terboyo butuh kajian mendalam.
Tak hanya soal kajian fisik, tapi fungsi, pemanfaatan, nilai sosial-ekonomi-pelayanan publik dan kelanjutan ke depan.

“Kajian juga harus menggapai soal keberadaan Terminal Mangkang. Karena fungsi Mangkang dengan keberadaan Terboyo masih belum jelas. Harus punya setting porsi dalam pengelolaan dua terminal tipe A tersebut,” katanya, Jumat (30/1).

Sementara itu, pakar transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno mengatakan, UU 23/2014 tentang Pemda telah mengamanatkan pengelolaan Terminal Penumpang tipe A dan jembatan timbang diselenggarakan Pemerintah Pusat.

Ia berpendapat, dengan adanya peraturan tersebut, seharusnya pembangunan Terminal Terboyo dengan anggaran Rp 25 miliar tidak perlu menggunakan APBD Kota Semarang.

“Lebih baik anggaran tersebut untuk membeli 25 bus besar atau 50 bus kecil guna memenuhi kebutuhan Bus Rapid Transit (BRT). Apalagi PAD dari retribusi seluruh terminal (Penggaron, Mangkang, Terboyo dan lainnya-red) hanya sekitar Rp 1 miliar/tahun,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.