Megah, Stadion Tri Lomba Juang Selesai Agustus 2015

Pemkot Semarang menargetkan Agustus 2015 GOR Tri Lomba Juang sudah selesai 100 persen dan bisa dimanfaatkan oleh warga.

Hal itu disampaikan wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ketika meninjau beberapa proyek infrastruktur di Kota Semarang (23/12).

Menurutnya, sekitar Januari 2015 pembangunan tahap III bisa dilelangkan. Sehingga pada bulan Juli pembangunan bisa selesai dan Agustus sudah bisa dimanfaatkan oleh warga.

“Setelah bangunan jadi, kami berharap masyarakat bisa ikut merawat. Karena pembangunan GOR Tri Lomba Juang akan diisinkronkan dengan Taman Pandanaran. Taman Pandanaran sendiri nantinya akan jadi simpul penghubung antara Tugumuda, Simpanglima, Taman Mentri Supeno (Taman KB), dan GOR Tri Lomba Juang,” tegasnya.

Untuk pembangunan GOR Tri Lomba Juang tahap III, Pemkot Semarang menganggarkan Rp 30 miliar. Kepala Dinas Tata Kota dan Pemukiman (DTKP) Kota Semarang, Agus Riyanto mengatakan, anggaran itu akan digunakan sebagai finishing pembangunan yang dibagi dalam tiga tahap.

”Target keseluruhan akhir 2015. Tahun ini, atau tahap kedua, pembangunan menyelesaikan lapangan tenis, ruko, dan tribune. Sedangkan tahun depan anggaran akan digunakan untuk membangun lapangan bulu tangkis, lintasan atletik, dan sarana prasarana lain seperti mekanikal elektronik,” katanya.

Proses pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang tahap II, sudah mencapai 92% dari target anggaran tahun 2014. Menurut dia, perkembangan pembangunan masih sesuai progres yang diinginkan.

Dijelaskan, saat ini kontraktor PT Sinar Cerah Sentosa telah merampungkan pembangunan arcade dan plaza, empat lapangan tenis, dan struktur bangunan untuk tribune serta ruko.

“Pengecatan dinding ruko, masih dalam pengerjaan. Pekan depan kontraktor akan merampungkan target pelesaian,” tegas Agus.

Facebook Comments

1 Comment

  1. saiinah

    December 27, 2014 at 2:14 am

    Mbangun itu mudah, yang sulit merawat dan menjaga kebersihannya.
    Judul berirtanya bombastis, isi beritanya sama sekali tidak menyebutkan “TERMEGAH”.
    Disamping itu “Ternegah” = paling megah, untuk areal mana ? Seluruh dunia ? Indonesia ? Jawa Tengah ? Semarang ?
    Atau termegah hanya untuk kawasan Smpang Lima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *