Teater Ruke Kritisi Resik-resik Kali

Belakangan ini, Teater Rumah Kedua (ruke) SMA Sultan Agung 1 Semarang, lebih aktif mengadakan pementasan diluar kota. Tahun lalu, beberapa kota yang dikunjungi diantaranya kota Kudus dan Tegal. Kerinduan akan mengekspresikan karya dalam bentuk pertunjukan teater di kotanya sendiri, tahun ini menyiapkan sebuah pementasan Wayang Prut (perabot rumah tangga), dengan judul “Resik-resik Dapur.”

Naskah karya Catur Widya Pragolati tersebut, sarat akan kritik sosial. Kali ini sang penulis naskah, membidik persoalan yang terjadi di kota-kota besar, termasuk Semarang, tentang adanya penggusuran semena-mena yang dilakukan oleh petugas, kepada para pedangan kaki lima (pkl). Resik-resik Dapur sebagai bentuk sindiran dari resik-resik kutha dan resik-resik kali, yang selama ini digembar-gemborkan oleh Pemerintah Kota (pemkot) Semarang. Selain menyodorkan persoalan yang terjadi, ditawarkan juga langkah-langkah penyelesaiannya.

Acara yang akan dihelat pada hari Minggu pagi (1/5), pukul 08.00 wib, di bundaran air mancur jalan Pahlawan tersebut, akan melibatakan sekitar 25 personal, yang akan memanfaatkan alat-alat dapur, sebagai setting, kostum maupun property. Sebagai kado ulang tahun kota Semarang yang ke 464, Kegiatan tersebut mengajak kepada masyarakat dan pemerintah, bersama-sama untuk introspeksi diri. PortalSemarang.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.