Tanggapan Siswa SMA di Semarang Mengenai Ujian Online

Semarang – Sejak pandemic ini berlangsung kurang lebih 4 bulan, pemerintah sudah memberlakukan kebijakan-kebijakan untuk menekan penyebaran virus corona ini. Akibatnya banyak sekali kegiatan yang harus dilakukan di rumah, seperti belajar dari rumah, bekerja dari rumah, bahkan ujian sekolahpun dilaksanakan dari rumah. Dikarena kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang tidak memperbolehkan sekolah untuk menempuh ujian secara tatap muka, karena khawatir penyebaran virus akan semakin meningkat.

Salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Semarang melaksanakan kebijakan itu, Sekolah tersebut melaksanakan ujian secara online pada hari Sabtu, 30 Mei 2020 sampai hari Kamis, 4 Juni 2020 kemarin.

Salah satu siswi SMA yang ada di Semarang mengatakan bahwa ujian tersebut dapat diakses melalui link dengan menggunakan nama atau NISN dan password yang telah dibagikan oleh guru mereka masing masing.

“Waktu itu saya diberi link dan nama, bisa juga menggunakan NISN, dengan passwordnya oleh guru saya kak, diberikan secara pribadi,” kata salah satu siswi SMA di Semarang, Ardhita, Rabu (17/06/2020).

Siswa merasakan jika ujian online ini dirasa terlalu mendadak dikarena pembelajaran online yang dilaksanakan tidak efektif. Siswa merasa kurang paham dengan pelajaran yang diberikan selama dua bulan kemarin, karena hanya berisikan tugas dan tugas.

“Menurut saya pembelajaran online yang diberikan kurang efektif kak, karena pembelajarannya tidak ada penjelasan tentang pelajaran sama sekali, selama 2 bulan ini hanya berisi tugas-tugas dan tiba-tiba ada Ujian Kenaikan Kelas (UKK) yang dilakasanakan secara online kak,” ungkap Ardhita.

Ujian online ini juga dirasa memiliki kelemahan dan kelebihan sendiri, dimana kelemahannya terletak pada server-nya, terkadang dapat error dan tidak adanya remidi atau pengulangan. Namun kelebihan yang dirasa oleh siswa yaitu soal yang diberikan lebih mudah dan sedikit daripada soal ujian yang dilaksanakan secara tatap muka.

“ Menurut saya memang soal UKK-nya lebih sedikit jadi lebih mudah kak, kendalanya kan kita gatau nilainya dan tidak ada remidi atau perbaikan kak, selain itu servernya terkadang eror sendiri kak, jadi keluar-keluar sendiri dan juga banyak yang susulan karena ketiduran,” ujar Ardhita mengenai kelemahan dan kelebihan ujian online tersebut.

Ardhita berharap keadaan akan segera membaik, agar pembelajaran dapat dilaksanakan secara tatap muka, sehingga siswa paham dengan pelajaran yang diberikan oleh guru. Jika sekalipun tidak bisa kebijakan pemerintah harus lebih efektif dan efisien. Pembelajarannya tidak hanya melalui group Whatsapp saja, melainkan juga ditambah dengan pembelajaran melalui zoom. Semoga dengan pembelajaran yang semakin efektif dan efisien siswa dapat memahami pelajaran yang akan diberikan.

[Wisang Wisnu Aji C.D].
Berita ini merupakan hasil belajar peserta mata kuliah Jurnalistik Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.