Syarat Pernikahan Menuju New Normal

Semarang — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menyatakan telah dibuka kembali pelayanan akad nikah yang sempat dihentikan sejak tanggal 1 April sampai 21 April 2020 akibat dari pandemi Covid-19.

 

Seperti yang dilansir dari CNN Indonesia (24/4), Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menyatakan pihaknya telah membuka kembali pelayanan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) setelah sempat dihentikan sejak tanggal 1 sampai 21 April 2020 akibat mewabahnya virus corona.

 

Akibat dari pandemi ini, membuat sejumlah pekerjaan terkena dampaknya. Seperti yang dialami Wahyu sebagai founder Caraka Event Organizer (CEO) di Semarang.

 

“Yang pasti, semenjak corona melanda, sekitar pertengahan Maret, sampe akhir juni, ada sekitar 30% client kami yang acaranya cancel (dibatalkan) dan 70% lainnya mundur, akhir tahun 2020, sama tahun depan,” kata Wahyu (27/6).

 

Tetapi dengan adanya kebijakan tersebut, membuat Wedding Organizer (WO) bisa kembali melayani clientnya. “intinya bukan penambahan order client baru untuk acara, tapi lebih client-client (pelanggan) lama, berani tetap mengadakan acara, dengan jumlah tamu yang lebih sedikit dan dikonsep intimate wedding,” imbuhnya.

 

Meskipun sudah diberi kelonggaran untuk mengadakan acara, pemerintah tetap menghimbau untuk mematuhi standar protokol kesehatan.

 

Semenjak adanya kebijakan tersebut, Wahyu selalu menerapkan standar protokol kesehatan disetiap acara pernikahan yang dia handle dengan cara menyediakan tempat cuci tangan dipintu masuk dan pintuk keluar, hand sanitizer dibeberapa titik serta menyediakan masker untuk tamu undangan yang tidak membawa masker.

 

“Kita menyediakan hand sanitizer di beberapa titik, tempat cuci tangan didepan pintu masuk maupun pintu keluar, serta kita juga ada masker buat tamu undangan yang tidak pake masker,” ujar Wahyu, saat ditemui dirumahnya, Rabu (23/6).

 

Selain itu, tamu undanganpun hanya dibatasi oleh teman dekat dan beberapa saudara. Pranatacara/pembawa acara selalu mengingatkan kepada tamu undangan untuk tetap berjaga jarak. Team dari Wedding Organizer tersebut juga mengatur jumlah tamu undangan yang hadir agar tidak berkerumun dengan cara bergantian.

 

Wahyu juga menambahkan, sisi positif yang bisa diambil pada kondisi saat ini yaitu kita bisa menghemat sampai 70% biaya pernikahan yang nantinya bisa untuk memenuhi kebutuhan lain.

 

[ Hadid Iqbal Fachariza Maulana ]

 

Berita ini merupakan hasil latihan mahasiswa peserta didik mata kuliah jurnalistik dari jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.