Surat Pertama untuk Ishvara

Dek Ishvara yang cantik…

Hari ini, 29 Oktober 2020, ibumu memakaikan baju merah marun tanpa lengan untukmu. Dipadu legging merah, kau memakai topi rajut berwarna kuning. Kita bertiga jalan-jalan menikmati pemandangan kota sore hari.

Dengan baju seperti itu, kamu segera berubah dari gadis kecil yang lucu-menggemaskan menjadi gadis kecil yang cantik. Sejauh ayah hidup, kamulah gadis tercantik yang pernah ayah lihat.

Wajahmu semakin bulat pada usiamu yang ke 3 bulan 9 hari ini. Pipimu makin tembem dengan dua titik merah bekas gigitan nyambuk di sebelah kiri.

Dan yang paling membahagiakan ayah adalah kamu tumbuh menjadi semakin cerdas. Kamu sudah mulai mengoceh dan makin sering tertawa. Dari nada ocehanmu itulah perlahan ayah dan ibu coba membaca kemauanmu, kehendakmu.

Bagi ayah, kamu adalah anugerah yang terlalu indah digambarkan dengan kata-kata. Itulah yang membuat ayah sering sekali menitikkah air mata saat menatapmu, mengajakmu ngobrol, atau menggendongmu jalan-jalan di depan rumah. Keindahan yang ayah rasakan melampui apa yang bisa ayah ungkapkan dengan bahasa.

Kehadiranmu, bagi ayah dan ibu, telah mengubah banyak hal. Kehadiranmu membuat kami berdua merasa memiliki hidup yang sempurna. Kahadiranmu membuat kami sadar betapa sayangnya Tuhan kepada kami berdua.

Bagi ayah, menghabiskan tiap kesempatan bersama kamu dan ibu adalah pengalaman yang mendebarkan. Ayah tak sabar melihatmu berkembang semakin besar dan cerdas. Di sisi lain, ayah ingin kamu tetap menjadi anak-anak yang menggemaskan dengan keceriaan yang berlimpah.

Ayah tidak punya harapan muluk-muluk atas hidupmu. Kehadiranmu di tengah-tengah kami adalah karunia yang sudah demikian besarnya.

Karena itu, jika ayah boleh meminta, cukuplah engkau selalu sehat dan bahagia.

Seperti yang puluhan kali ayah katakana padamu: ayah adalah temanmu. Dan kaulah teman ayah.

Jika kelak kau tumbuh besar dan punya masalah, datang dan berceritalah kepada ayah. Ayah akan ada untukmu: kapan pun dan di mana pun kamu memerlukannya.

Ayah menyayangimu, Dek. Sehat-sehat dan cerialah selalu.

Salam,
Ayahmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.