Siswa SMA Nusaputera, Ubah Batang Pepaya Jadi Manisan

Sumber daya alam Indonesia yang berlimpah dapat diolah menjadi berbagai macam produk pangan bermanfaat. Hal itulah yang dikembangkan SMA Nusaputera. Sekolah yang berada di Jalan Ki Mangunsarkoro No 59 ini mengemasnya dalam bentuk science entrepreneurship.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak berpikir kreatif. Salah satunya adalah dengan mengolah atau memanfaatkan batang papaya. Batang itu ternyata mengandung beberapa bahan organik dan metabolit sekunder yang bermanfaat bagi kesehatan.

“Dalam kegiatan science entrepreneurship yang dikembangkan oleh SMA Nusaputera, siswa diberdayakan untuk mampu mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan di kelas untuk dapat diterapkan ke dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu tema yang pernah dikembangkan adalah pembuatan manisan korteks batang pepaya yang kemudian dinamakan corteca (cortex carica),” kata Drs JB Hariyana, kepala SMA Nusaputera.

Keistimewaan batang pepaya antara lain mampu menghambat kinerja beberapa mikro organisme yang mengganggu fungsi pencernaan. Juga efektif menekan pertumbuhan bakteri Salmonella thyposa penyebab tifus. Alasan itulah yang menggugah mereka mengolah batang pepaya, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai produk pangan.

Dengan panduan dari guru pembimbing, mereka memanfaatkan bagian tengah batang pepaya untuk dibuat dan dikemas sebagai manisan. Selain baik untuk dikonsumsi, corteca juga bermanfaat bagi tubuh. Orang tidak menyangka bahwa dari bahan nonekonomis yang tak terpakai, dengan sentuhan kewirausahaan berbasis sains yang diajarkan oleh SMA Nusaputera, dihasilkan produk pangan yang enak dimakan, bergizi, dan bernilai ekonomis.

Science Entrepeneurship

Selain itu, science entrepeneurship SMA Nusaputera juga pernah memberikan pelatihan pembuatan lilin aroma terapi dengan menggunakan minyak atsiri hasil ekstraksi secara alami bagi siswa SMP di Java Supermall. Dari bahan-bahan limbah seperti kulit jeruk, daun cengkih, dan serai, melalui proses ekstraksi dan dekantasi sederhana, dapat diperoleh minyak atsiri yang berbau aromatis. Selanjutnya, minyak atsiri tersebut digunakan sebagai campuran untuk membuat lilin cantik yang beraroma wangi ketika dinyalakan.

Teknik tersebut juga merupakan aplikasi sains di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan sedikit sentuhan kreativitas, muncul produk-produk inovatif hasil karya siswa SMA Nusaputera.

JB Hariyana mengatakan, siswa juga didukung dengan berbagai kegiatan seperti basket, dance, futsal, dan paduan suara. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menyalurkan bakat dan minat siswa agar mereka memiliki keterampilan nonakademis setelah terjun di masyarakat.

“SMA Nusaputera sebagai sekolah nasional dengan keberagaman agama dan etnis ternyata mampu menunjukkan eksistensinya di masyarakat. Perbedaan itu semakin menyemarakkan suasana belajar di SMA Nusaputera. Perayaan berbagai macam kegiatan keagamaan bertujuan untuk memupuk toleransi antarumat beragama di SMA Nusaputera,” katanya.

Menurut dia, SMA Nusaputera telah meluluskan siswa dengan nilai yang baik. Setelah lulus SMA, mereka melanjutkan ke perguruan tinggi, bahkan ada yang mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi ke China. Namun, ada juga siswa yang memilih bekerja. Di dunia kerja, lulusan SMA juga mendapat tempat yang dapat mengembangkan potensi dan kompetensi yang telah didapatkannya selama di SMA.

Keberhasilan siswa SMA, menurut JB Hariyana, tidak lepas dari dedikasi para guru yang selalu bersemangat untuk mengantarkan mereka menyongsong masa depan. Sumber: Suaramerdeka.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.