Siskamling Diperketat, Ternyata Ini Alasannya

Klaten – Beberapa hari ini aksi pencurian terbilang tinggi. Pada hari Rabu (20/05/2020 ) terjadi kasus pencurian di salah satu gudang rongsokan milik satu warga di Kecamatan Ceper.

Tingginya kasus pencurian menjadi hal yang meresahkan bagi masyarakat.Salah satunya di Dusun Ngeseng, Ceper, Klaten di kegiatan siskamling atau jaga malam.

“Sejak maraknya aksi pencurian di Klaten, kami tergerak untuk memperketat siskamling atau jaga malam. Kegiatan ini diikuti oleh warga Ngeseng,” kata Ketua RT Dusun Ngeseng, Sukirman (53), Kamis (28/5/2020).

Siskamling dilakukan setiap pukul 21.00 WIB sampai menjelang subuh. Warga mempunyai jadwal berjaga, kata Pak RT sapaannya, berkeliling kampung beberapa orang setiap satu jam sekali bergantian dan juga berjaga  di sudut Desa maupun akses masuk Desa. Biasanya siskamling hanya dilakukan di pos kamling saja.

Tidak hanya berjaga saja, warga juga membangun pagar yang menutup seluruh gang sebagai  akses masuk desa dan hanya memberlakukan satu akses masuk. Pagar itu ditutup pada malam hari  dan dibuka pagi harinya. Adanya pagar itu untuk meminimalkan ruang gerak para pencuri untuk melakukan aksinya.

“Kegiatan siskamling sudah dilakukan 3 minggu ini, dan digilir setiap warga 2 sampai 3 hari sekali agar terbagi rata,” ucapnya.

Kegiatan Ronda akan dilakukan sampai kondisi ini kondusif. Keamanan dan ketentraman menjadi hal yang di nantikan masyarakat untuk beraktivitas normal kembali.

“Sekarang yang ditakuti bukan lagi Corona, melainkan pencuri yang terus berkeliaran,” Ujar Gunawan (49), salah satu warga.

 

[Muhammad Miftahul Chasan Asy’ary]

Berita ini merupakan hasil latihan peserta mata kuliah jurnalistik dari Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.