Shariayu Rizki A Ingin Lestarikan Budaya Jawa

Nama bocah itu Shariayu Rizki Amalia. Meski baru berusia enam tahun, putrid pasangan Anisa dan Kukuh Sudarmanto, Camat Semarang Selatan, punya banyak prestasi. Menari dolanan anak salah satunya.

Saat ditemui di kediamannya, gadis yang akrab disapa Shaza ini mengaku ingin melestarikan budaya Jawa lewat tarian dolanan anak yang sering dipentaskannya semenjak TK. “Sebagai orang Jawa tentunya harus mencintai budaya Jawa. Salah satu bukti kecintaan saya lewat tarian,” ungkapnya.

Dalam prestasi menari, Shaza pernah didaulat untuk mengisi kegiatan tingkat Kota Semarang. Bersama teman-temannya di TK Al Azhar 22 ini pernah menarikan tarian dolanan anak. “Saat itu dengan teman-teman, saya menari Tarian Anoman Obong,” kenangnya.

Meskipun sekarang dirinya sudah menginjak kelas 1 SD, namun kecintaannya terhadap budaya Jawa masih melekat. “Sampai sekarang pun saya masih terus berlatih menari. Terpenting melestarikan budaya Jawa jangan smapai ditinggalkan,” ungkap gadis kelahiran 2 April 2005 ini.

Selain menari dia pun hobi menggambar. “Setiap jalan-jalan ke toko buku saya selalu melirik peralatan gambar. Memang suka gambar,” ungkapnya.

Kukuh Sudarmanto selaku orangtua mendukung improvisasi kreativitas putrinya yang sangat positif. “Karena dorongan dari dalam yang sudah kelihatan dan sebagai orangtua harus tetap mendorong, “ ungkap Kukuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.