Senangnya, Mahasiswa Unnes Ini Diwisuda Bersama Ibunya

Wisuda hampir selalu menjadi momentum yang membahagiakan. Lebih memabahagiakan lagi jika wisuda dilakukan bersama ibunda tercinta.

Itulah yang dialami Hesti Setyaningrum, wisudawan dari Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang (Unnes). Ia diwisuda bersama ibundanya, Parti. Kedunya diwisuda bersama tanpa dirancang sebelumnya.

Ini bisa terjadi karena Hesti menempuh pendidikan jalur reguler, adapun Parti menempuh jalur transfer.

Parti SPd yang kini mengajar di SMP Negeri 1 Bansari Parakan adalah mahasiswa transfer di Jurusan Sendratasik. Sarjana psikologi dari salah satu universitas swasta di Semarang ini “pindah jalur” agar bisa menekuni pendidikan tari.

Hanya perlu dua semester bagi Parti untuk menyelesaikan seluruh beban studi. Penelitian untuk skripsinya pun bisa ia selesaikan hanya dalam waktu 4 bulan. Setelah kewajiban akademik selesai, Parti tak mau menunda untuk segera wisuda.

Sementara itu, Hesti adalah mahasiswa regular angkatan 2009. Seluruh kewajiban akademiknya selesai setelah ia mengambil kuliah 144 SKS, termasuk skripsi. Penelitian skripsi ia rampungkan dalam waktu 9 bulan.

“Kami tidak pernah atur supaya bisa wisuda bareng. Kebetulan saja,” kata Hesti ditemui usai wisuda.

Kebahagiannya terasa lengkap karena Hesti juga dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,75. Dalam raihan IPK, Hesti “menyalip” ibundanya yang lulus “hanya” dengan IPK 3,05. Selamat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.