Seminar Redefinisi Pers Menuju Masyarakat Melek Media

Sejauh mana kita dapat memaknai kebebasan pers? Sebagian pakar jurnalisme meyakini bahwa pers tidak dapat sepenuhnya bebas. Ia lahir dari nilai-nilai di masyarakat, dan karenanya, senantiasa bergerak untuk memperjuangkan kepentingan-kepentingan publik.

Namun, bagaimana jika nilai-nilai ekonomi turut menjadi pertimbangan pemberitaan? Pada akhirnya, praktisi media mulai kehilangan arah–mengangkat yang laris dijual dan mengesampingkan etika kepublikan yang sejatinya menjadi nyawa jurnalisme.

BPPM Balairung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam Seminar Nasional “Redefinisi Pers Menuju Masyarakat Melek Media.”

Sabtu, 31 Oktober 2015
Pukul 09:00-12:30 WIB
Lantai 1 Grha Sabha Pramana UGM

Pembicara:
-Daniel Dhakidae (Pemimpin Redaksi Prisma): Fungsi Kontrol Sosial dalam Pers Pascareformasi
-Abdul Hamid Dipopramono (Ketua Komisi Informasi Pusat): Akses Informasi Publik dalam Pemberitaan Isu
-Imam Wahyudi (Dewan Pers): Eksploitasi Subjek melalui Pemberitaan Berlebihan
-Amir Effendi Siregar (Ketua Pengawas Regulasi dan Regulator Media): Prinsip Verifikasi dan Daur Ulang Konten Jurnalisme Online

Moderator: Wisnu Prasetya Utomo (Peneliti Remotivi)

Gratis dan tempat terbatas.

Pendaftaran dan informasi: 085743938793 (Lintang)

redefinisi pers

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.