Sedang Naik Daun Sepeda Minion Jadi Ladang Bisnis

Klaten –  Meningkatnya olahraga bersepeda di kala pandemi covid 19 ini membuat sepeda kembali banyak diburu oleh masyarakat. Olahraga ini sudah menjadi tren baru di seluruh Kabupaten Klaten. Selain sepeda–sepeda baru di toko sepeda tua pun banyak diburu khususnya sepeda mini ukuran 20.

Sepeda mini ini diburu lantaran sebagai bahan modifikasi sepeda minion. Sepeda minion ini adalah sepeda mini anak–anak yang dimodifikasi dengan pernak pernik dan disesuaikan dengan gaya anak muda atau orang dewasa sekarang ini. Peminat sepeda minion ini sangat tinggi mulai dari kalangan muda sampai orang tua.

Populernya sepeda minion ini menjadi ladang rejeki bagi bengkel-bengkel sepeda di Klaten. Mendadak kebanjiran berkah sekarang ini bengkel-bengkel sepeda banyak didatangi orang–orang yang akan memodif sepedanya.

“Sejak maraknya modifikasi sepeda minion di Solo dan merambah di Klaten, saya berkeliling mencari bahan kerangka sepeda mini ke desa–desa untuk dimodif menjadi sepeda minion. Setelah jadi saya pasarkan di Facebook dan keteman-teman saya, alhamdulillah setelah itu banyak orderan datang untuk dibuatkan,” ujar Tukul (56), salah satu pemilik bengkel di Klaten, Kamis (18/06/2020).

Tukul juga mengatakan bahwa biaya untuk modif di bengkelnya bervariatif tergantung pesanan dan bahan.

“Kalau untuk biaya standar, mulai dari Rp 650 ribu-Rp 1 juta tergantung bahan dan permintaan,” kata Tukul

Selain dimanfaatkan oleh para pemilik bengkel meningkatnya popularitas sepeda minion ini juga dimanfaatkan oleh anak muda untuk mencoba berbisnis.

Seperti Bowo, warga desa Kali Tengah Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten. Bowo melakukan usaha jual beli rangka sepeda mini untuk dijadikan sepeda minion,rangka sepeda minion ini dia dapatkan dari berbagai wilayah di Klaten lalu dijual kembali untuk dimodif menjadi sepeda minion.

“Sekarang ini harganya lagi naik, kalo saya jualnya kisaran Rp. 200 ribu-Rp. 400 ribu tergantung kondisi, kalau rangkanya ya dapat dari sekitar sini saja. Ya lumayan buat tambah–tambah uang jajan,” kata Bowo, kamis (18/06/2020).

 

[Maulana P]

Berita ini merupakan hasil latihan mahasiswa peserta didik mata kuliah jurnalistik dari jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.