Riset: Air Kelapa Muda Turunkan Status Antioksidan

Pemberian air kelapa muda 450 mililiter per hri selama 30 hari bisa menurunkan status antiodksidan dan peroksidasi lipid para pekerja yang terpapar merkuri.

Itulah salah satu simpulan dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sultan Agung Siti Thomas Zulaikhah SKm MKes. Penelitian itu dilakukannya dalam rangka menyelesaikan pendidikan doktor di Program Pascasarjana Universitas Diponegoro (Undip).

Siti membuktikan jika pemberian air kelapa muda 450 mililiter per hri selama 30 hari bisa menurunkan status antiodksidan dan peroksidasi lipid para pekerja yang terpapar merkuri.

“450 mililiter itu ya, setara air yang diambil dari satu kelapa. Kelapa yang digunakan adalah yang berkulit hijau, kelapa biasa yang pada umumnya santannya buat memasak dan dijual di pasaran,” jelasnya.

Lebih lanjut Siti menjelaskan bahwa dampak paparan merkuri yang terus menerus sangat bahaya. Pasalnya bisa memicu pembentukan reactive oxygen species (ROS), meningkatkan peroksidasi lipid, menimbulkan stres pada sel dan jaringan, kerusakan struktur DNA dan protein, dan mengganggu metabolisme antioksidan tubuh, dan dampak negatif lainnya.

Siti dinyatakan lulus dengan nilai sangat memuaskan (3,66), dalam penelitiannya mengambil sampel para pekerja penambang emas tradisional yang melakukan pengolahan biji emas menggunakan merkuri di Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.

Sebelumnya, dari hasil penelitian Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Yogyakarta terhadap sejumlah pekerja, hampir semuanya keracunan merkuri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.