Rendah, Publikasi Karya Ilmiah Dosen

PUBLIKASI karya ilmiah peneliti di perguruan tinggi di Indonesia masih rendah. Padahal, reputasi jurnal ilmiah sanget penting untuk mengangkat perguruan tinggi Indonesia menjadi world class university.

Data THES pada tahun 2008 menunjukkan bahwa hanya 3 Perguruan Tinggi (UI, ITB, dan UGM) yang masuk dalam peringkat 500 tertinggi di dunia, “mundurnya peringkat oleh ke-3 perguruan tinggi tersebut harus dikhawatirkan” kata Sutikno, Koordinator Pengembangan Jurnal Unnes.

Pada Kesempatan yang sama guru besar sosiologi gender Unnes Tri Marhaeni Pujiastuti mengatakan, Pengembangan karya tulis ilmiah merupakan bagian tidak terpisahkan dari kompetensi dosen. Sebagaimana tertuang dalam konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi, dimana tugas seorang dosen meliputi tiga komponen, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan karya ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Selama ini banyak dosen yang hanya menghabiskan waktu bekerjanya untuk mengajar saja, sementara tugas melakukan penelitian, menulis karya ilmiah maupun pengabdian masyarakat seringkali terabaikan,” katanya.

Minat dan kemampuan dosen yang rendah dalam melakukan penelitian dan karya tulis ilmiah disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah keterbatasan jurnal ilmiah yang siap mempublikasikan hasil – hasil penelitian dan karya tulis dosen.

“Oleh sebab itu keberadaan jurnal – jurnal ilmiah perlu selalu direvitalisasi sehingga mampu menjadi wadah bagi para dosen memacu produktivitas penelitian dan penulisan serta sekaligus mempublikasikan berbagai karya ilmiah dan penelitian yang telah dilakukan,” tegas Prof. Marhaeni yang juga aktifis perempuan. PortalSemarang.com

1 Comment

  1. Nabila Adilah

    July 1, 2015 at 11:10 pm

    Saya tertarik dengan tulisan anda. Saya juga mempunyai berbagai jurnal yang bisa anda kunjungi di Publikasi Sastra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.