Rahasia Mendidik Anak

Anak merupakan generasi penerus yang erat katanya dengan keberlangsungan hidup manusia maupun keberlangsungan hidup suatu bangsa dan negara. Untuk melaksanakan keberlangsungan tersebut, anak memerlukan perlindungan dari orang dewasa dikarenakan dalam prosesnya secara fisik dan mental seorang anak belum sepenuhnya matang. Seorang anak perlu mendapat perlindungan dan kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik, mental maupun social. Berdasarkan pasal 1 ayat 2 Undang-undang Perlindungan anak menentukan bahwa perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Setiap kita yang berkeluarga dan memiliki anak menginginkan, mendoakan agar anak kita hidupnya sejahtera, bahagia dan beruntung nanti dimasa depan. Dalam kompleksitas masalah anak yang kita hadapi semenjak lama, namun upaya pencarian solusi terlalu mencerahkan atau mendukung nasib anak kearah lebih baik, bisa saja menimbulkan pesimisme banyak keluarga, betapa sulit saat sekarang mengasuh, mendidik anak kearah hidup sejahtera, bahagia dan beruntung. Indonesia police Watch (IPW) Merilis sejumlah kejahatan yang dilakukan anak-anak dibawah umur. Dalam enam bulan terakhir kejahatan yang dilakukan anak-anak dibawah umur dijabo detabek tampak makin sadis. Bahkan dalam kasus terakhir, ada anak yang berani menggorok leher kawannya hanya karena masalah sepele yang berujung pertengkaran mulut.

Sebagian besar kasus kejahatan oleh anak terutama pembunuhan, memang berakar dari masalah sepele dan korbannya kebanyakan adalah teman akrab dan teman pelaku. Misalnya kasus yang terjadi pada 5 oktober 2014 lalu didepn pasar modern, Perumahan Jakarta Garden UTY, Cakung, Jakarta Timur. Tiga pelajar Rio Santoso (15), Ikhwan (16) dan M Febriyansah (14) membunuh temannya Chaerul (16) Pelajar SMK mercasuar dengan cara menggorok lehernya. Alasannya ketiganya sakit hati karena korban memaki mereka.

Menurut ketua Presiden IPW Neta S Pane, dari enam kejahatan yang dilakukan anak dibawah umur itu, empat kasus adalah pembunuhan sadis dan dua perampokan enam kasus kejahatan ini ada 12 anak yang terlibat sebagai pelaku. Bahkan anak usia 12 tahun, AP terlibat merampok rumah pengusahaWeivie Viyana dipamulang Tangerang. Kasus lain terjadi di cisauk. Tangerang dimana dua anak dibawah umur menjadi geng spesialis pencurian sepeda motor. Seorang diantaranya terpaksa ditembak polisi karena melawan saat hendak ditangkap. Sedangkan dipamulang, dua anak dibawah umur menjadi Sindikat Spesialis perampokan rumah mewah.

Komisioner komisi perlindungan anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan banyaknya kejahatan dan aksi kriminalitas yang dilakukan anak sebagai pelaku kriminalitas lebih banyak dipengaruhi factor lingkungan yang tidak bersahabat, pengaruh media atau perilakuan sekelilingnya “ Kata Susanto kepada Gre Snewa . com. Kamis (9/10)

Faktor lingkungan tersebut lambat laun menginspirasikan anak untuk meniru tayangan televise yang berisi pornografi, lalu games bernuansa kekerasan ikut berpengaruh pada perilaku anak. “ Anak melakukan dari apa yang mereka lihat, mereka rasakan “ Kata Susanto menegaskan setidanya ada tiga hal yang perilaku dilakukan para pihak,mulai dari Negara, sekolah dan orang. Untuk mengurangi terjadinya kriminalitas anak. Pertama, menegaskan tumbuh kembang anak steril dari kekerasan sekolah harus bebas dari kekerasan baik oleh guru maupun senior.

Kedua, pemerintah harus memastikan muatan kekerasan dan konten pornografi tidak ditayangkan dimedia. Dan ketiga menggatakan upaya pencegahan kekerasan dan kriminalitas anak. Caranya dengan promosi kehidupan yang harmoni dan ramah anak. Memberikan pendidikan yang ramah anak.” Ujar Susanto.

Berdasarkan pasal 1 ayat 2 apakah pantas seorang anak yang belum cukup hokum dikriminasisasikan
Apakah tidak mungkin perlakukan anak seperti itu adalah kesalahan pendidikan orang tua kepada anak.

Pendidikan yang mula-mula sekali kepada anak-anak harus diutamakan pelajaran-pelajaran yang dipelajari oleh anak itu selama tujuh tahun pertama dalam kehidupannya lebih banyak sangkut pautnya dengan pembentukan tabiatnya dari pada segala perkara yang dipelajarinya pada tahun-tahun seterusnya.”Child guidance, halaman 193. Dirumah tanggalah pendidikan anak harus dimulai. Disinilah sekolah yang mula-mula. Disinilah dengan orangtuanya sebagai pengajarnya, ia harus memahami pelajaran yang hendaknya menuntun dia seumur hidupnya. Pelajaran tentang penghargaan, penurutan, penghormatan, pengendalian diri “ E.G White.

“ Jangan hendaknya pendidikan dirumah tangga dianggap sebagai suatu perkara yang kurang penting. Pendidikan itu mengambil tempat utama dalam segala pendidikan sejati “ Child Guidance, halaman 18. Bayi yang baru lahir mempunyai segumpal otak yang masih bersih seperti kertas putih. Kertas putih bersih itu segera diisi dengan hal-hal yang mereka lihat, dengan dan alami. Kalau orang tua lalai mengisi otak tersebut dengan ajaran sehat, maka tidak mustahil ajaran-ajaran buruk akan masuk.

Kepada oran tua dan orang-orang beragama terletak kewajiban memberi petunjuk yang benar kepada anak-anak. Mereka harus dituntun dengan bijaksana dan lemah lembut kita mengadakan perjanjian dengan khalik untuk mendidik anak-anak yang telah dipercaya. Memelihara mereka dengan pengaruh-pengaruh yang baik yang kelak menuntut mereka memilih suatu cara hidup ideal, adalah kewajiban orang tua.

Rumah tangga adalah sekolah pertama “ Kata E.G White “ dan ibu bapa menjadi gurunya. Didalam rumah tanggalah dimulai pendidikan anak-anak. Pendidikan dalam rumah tangga sebelum anak cukup besar untuk disekolahkan masih sangat sederhana, tetapi amat penting karena pada waktu itulah kondisi karakter diletakkan itulah pendidikan pertama dan terutama.

“ Ajarkanlah seorang budak segala permulaan jalannya yang patut “ Kata Alkitab” maka pada masa tuanya tiada dia akan undur dari padanya. Salah satu pelajaran yang perlu dipelajari seorang anak, ialah penurutan. Ketika ibu mendidik anak, maka dia juga melatih mereka dalam hidup peribadatan.

Pekerjaan seorang ibu mulai dengan anak bayi. Ia harus mengendalikan kemauan dan tingkahlaku anak serta menjadikan anak itu taat. “ Testimonies, jilid 1 halaman 390, Ibu harus memelihara dirinya tetap tenang, dan tidak melakukan sesuatu yang akan membangkitkan roh pahlawan dalam anak itu. Ibu sekali-kali tidak baik memberikan perintah dengan suara yang keras. BAnyaklah keuntungan diperoleh, oleh memelihara suara tetap lemah lembut “ [Testimonies, jilid VII: 47]

Teori bahwa anak-anak harus diperbolehkan sekehendak hatinya adalah tidak baik. Anak-anak yang dibiarkan sesuka hatinya tidak akan beruntung.

Kegelisahan dan perasaan tidak puas merupakan buah-buah pemanjaan dan kekikiran. Anak-anak kecil itu seharusnya tidak dibiarkan bertindak bebas menyimpang dari pertimbangan ibu-bapa . Anak-anak patut dilatih untuk memperhatikan pertimbangan orang berpengalaman. Dalam banyak rumah tangga, anak-anak dibiarkan berbuat sekehendak hatinya. ANak-anak demikian berada dalam bahaya terlebih pada waktu menghadapi berbagai rintangan dari rekan-rekan sepergaulan. Berbeda dengan anak-anak yang telah belajar menurut.

Sementara banyak ibu-bapa bersalah karena memanjakan yang lain bertindak keterlaluan, memerintah anak-anak dengan tongkat besi. “ [Counsel to Parent and Teachers: 113]

Selama anak-anak masih didalam orangtua dan bergantung kepada mereka. Maka anak-anak tersebut harus taat kepada ibu-bapa.” [Testimonies I: 217]

Fandasi kejujuran adalah salah satu fondomen utama dalam pembangunan karakter. Anak-anak harus dididik supaya jujur. Kejujuran sudah harus dipelajari oleh anak sebelum cukup umur untuk disekolahkan. Ibu bapak patut untuk mendidik anaknya supaya jujur dalam sekolah pertama, yaitu rumah tangga.” Kita dapat katakana bahwa pelajaran pertama dalam kejujuran mulai kira-kira pada waktu anak merangkak dan berusaha hendak menyelidiki segala sesuatu yang dapat dipegangnya “ [Prophets and kings: 248]

Anak-anak harus segala sesuatu didalam rumah adalah miliknya. Lama kelamaan anak-anak tersebut akan mengerti arti hak milik.

Penghematan perlu diajarkan. Penghematan adalah bersaudara dengan kejujuran. Hemat berarti tidak boro. Jarang pemuda boros yang jujur sekalipun dia mempunyai banyak uang untuk diboroskan. Roh penghematan perlu dilatih. Karena dia harus jujur juga akepada Allah sumber harta itu.

Dari sejak kecil anak-anak harus diajar jangan berdusta. Orang yang tulus hati dan tidak berdusta dapat dipercaya. Sebaliknya seorang pendusta adalah penipu, tidak jujur, tidak adil, berubah-ubah dan tidak disukai orang. “ Bahwa lidah bercabang itu kebencian kepada Tuhan, tetapi orang yang berlaku dengan tulus hatinya itulah kesukaannya “ [Solaiman]

Tidak ada seorang anak yang sejak lahirnya sudah pendusta, maka sifat pendusta itu didapatnya atau dicontohnyadari seseorang yang bergaul rapat dengan dia. Itulah sebabnya ibu bapa harus selalu menepati janji.

Orang-orang tua harus melatih nafsu makan anak-anak mereka, dan jangan mengizinkan pemakaian makanan-makanan yang tidak menyehatkan. Tetapi dalam usaha untuk mengatur makanan, kita harus berhati-hati jangan membiarkan anak-anak makan sesuatu yang tidak sedap, atau makan lebih dari yang diperlukan. Anak-anak mempunyai hak-hak , mereka boleh memilih yang lebih disukai dan bila pilihan-pilihan ini beralasan haruslah kita menghargainya.

Makan dengan teratur harus diperhatikan baik-baik. Jangan makan apa-apa diantara waktu makan. Makan dengan tidak teratur merusakkan alat-alat pencernaan yang langsung mempengaruhi kesehatan tubuh. Dan bilamana anak-anak duduk menghadapi meja amakn, mereka tidak mempunyai selera lagi untuk makanan yang menyehatkan nafsu makan mereka menginginkan sesuatu yang merugikan kesehatan mereka.

Semua orang tua dapat belajar banyak mengenai penjagaan dan pencegahan dan pengobatan penyakit sekalipun. Terutama ibu harus mengetahui apa yang patut dibuat untuk penyakit yang bisa terjadi didalam keluarga. Ia harus tahu bagaimana merawat anak yang sakit. Cinta dan pandangannya harus melayakkan dia untuk melakukan pelayanan-pelayanan yang tak dapat dipercayakan kepada tangan orang lain.

Pendidikan mental sangatlah penting. Ibu bapa yang bertanggung jawab akan berusaha menyekolahkan anaknya. Suami istri tidak berhak mendatangkan sebanyak-banyaknya anak kedunia ini jika mereka tidak mau mendidiknya. Adalah kesalahan besar memperbanyak anak tanpa merencanakan masa depan mereka. Jauh lebih baik masing-masing pasangan didunia ini banyak melahirkan anak yang dapat mereka rawat dan didik. Janganlah mendatangkan banyak anak kedunia ini untuk menjadi beban bagi orang lain atau menjadi kesusahan bagi masyarakat.

Orang tua harus waspada, supaya segala pengajaran mereka membawa anak-anak kepada kebaikan : Lebih lanjut sebaliknya anak-anak mereka disekolahkan kesekolah yang baik dimana terdapat guru-guru yang bermoral tinggi.

Pengaruh-pengaruh atheism wajib dikikis dari pikiran mereka dan menggantikannya dengan ajaran-ajaran illahi. Untuk melaksanakan ini ada beberapa cara. Dengan menyekolahkan anak kesekolah yang mengajarkan ketuhanan yang Maha Esa. Mengajak anak-anak menghadiri perkumpulan-perkumpulan agama dan dengan mengadakan kebaktian rumah tangga setiap hari. Orang tua bijaksana akan memasukkan anak mereka kesekolah yang mengajarkan doktrin kitab suci. Disiplin ialah suatu aturan dan tata tertib yang digunakan dalam menjalankan sebuah sekolah atau rumah tangga. Setiap sekolah dan rumah tangga harus mempunyai disiplin. Rumah tangga dan sekolah tanpa disiplin akan mengalami kesukaran baik rencana pendidikan dirumah maupun disekolah harus disertai suatu disiplin pendidikan tanpa aturan-aturan tertentu, tidak berhasil banyak.

Peranan guru adalah pengawas pelaksanaan peraturan-peraturan sekolah. Segenap program sekolah harus dijalankan menurut peraturan itu. Baik guru maupun murid bahkan orang tua murid harus patuh kepada tata tertib yang berlaku. Anak-anak harus dididik untuk bekerja. Salah satu maksud mengajar anak-anak bekerja ialah supaya mereka dilatih bertangung jawa menyelesaikan tugas-tugasnya itu. Orangtua wajib melatih setiap anak supaya berusaha membereskan kewajibannya.

Tersenyumlah, hai orang tua : Tersenyumlah, hai guru-guru. Jika hatimu susah, jangan hendaknya hal itu dinyatakan pada wajahmu.” [Child Guidance: 148]

Buku adalah gudang ilmu pengetahuan dan membaca ialah kuncinya” Anak-anak gemar belajar. Otak mereka yang sedang berkembang mengisap pengetahuan seperti karet busa mengisap air. Kalau informasi itu dihadapkan dengan cara yang menarik dan mudah dijangkau. Banyak orang-orang besar telah mendapat inspirasi dan mulai mengarah ke kemashurannya dengan membaca buku-buku yang baik pada waktu kecil.

Pada akhir Zaman ini kenakalan anak-anak semakin bertambah. Disana-sini Nampak anak-anak nakal berkeliaran. Ada yang senang tidur diluar rumah. Heran, mengapa anak-anak itu relain senang tidur dikaki lima dari pada dirumah sendiri. Sebagian dari mereka akhirnya meringkuk dipenjara. Ibu-bapa tidak menyadari apa sebabnya mengapa demikian. Banyak orang tua menyalahkan anaknya. Tetapi bagaimana jahatpu seoran anak. Orang tua tetap ikut bertanggung jawab. Bibit-bibit tabiat yang tidak baik sudah dimulai pada waktu anak masih kecil. Setiap anak memerlukan bimbingan sejak kecil orang tua harus memahami perkembangan tabiat anak-anak. Mereka perlu menyelami jiwa mereka sejak kecil. ***

Fransisca Dewi Presti Anggarini, S.Pd Guru SMA N 1 Grabag Magelang

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.