Raeni, Putri Tukang Becak Ber-IPK 3,98

NAMA remaja itu Raeni. Kini ia tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Ekonomi (Akuntansi) Fakultas Ekonomi Unnes. Namanya menjadi perbincangan khalayak, lantaran ia memperoleh IPK 3,98. Angka yang sulit diraih ribuan mahasiswa.

Yang membuat Raeni tampak istimewa, Raeni tidak berasal dari keluarga berada. Ayahnya, Mugiyono (50) adalah penarik becak. Raeni bisa sampai ke Unnes setelah menerima beasiswa Bidik Misi.

Ketika Rektor Unnes Sudijono Sastroaatmodjo mengunjungi rumah Raeni di Kendal beberapa waktu lalu, ia tampak haru. Tak kalah haru Mulyono. Ia tidak mengira, rektor Unnes bersama sejumlah pejabat di universitas konservasi itu akan datang.

Kula boten nginten Bapak-Bapak badhe rawuh mriki (Saya tidak menyangka Bapak-Bapak akan datang di sini),” katanya sambil menyeka air mata yang membasah di penglihatannya.

Terhadap prestasi yang diperoleh Raeni, Rektor Unnes memberikan apresiasi. Selain kunjungan  Jumat pagi itu, saat upacara Hari Pendidikan Nasional 2 Mei silam, Rektor memberikan penghargaan secara khusus kepada para penerima Beasiswa Bidik Misi.

“Kami memang merasa berkewajiban untuk mengawal Beasiswa Bidik Misi. Tidak hanya supayay tepat sasaran, tetapi juga agar para penerimanya selalu memiliki motivasi untuk terus berprestasi selama studi,” kata Prof Sudijono.

Bidik Misi adalah beasiswa yang dikucurkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Dengan beasiswa itu, penerimanya bebas dari segala biaya kuliah selama empat tahun atau delapan semester, bahkan memperoleh biaya hidup Rp500.000 per bulan.

 

1 Comment

  1. cah kendal

    October 30, 2011 at 8:56 am

    sukses buat raeni yha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.