Punya Ide Saja Tak Cukup, Penulis Harus Bisa Pasarkan Idenya

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia dikenal memiliki kemampuan menulis baik. Mereka bisa menyampaikan ide dengan luwes dan menarik. Namun memiliki ide saja tidak cukup. Agar bisa menjadi penulis professional mahasiswa juga harus bisa memasarkan ide dan kemampuannya tersebut.

Demikian disampaikan penulis profesional Dian Nafi dalam seminar kewirausahaan bertajuk Menulis Sebagai Jalan Berwirausaha yang diadakan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang, Jumat (6/11).

Sebagai penulsi professional yang telah menulis selama belasan tahun Dian memiliki sejumlah formula yang bisa digunakan untuk menjual tulisan.

Lebih-lebih, menurutnya, sekarang banya sekali platform skema yang bisa digunakan untuk mengkonversi kemampuan menulis menjadi uang. Selain mekanisme penulis lepas dan penerbitan konvensional, sekarang berkembang platform daring yang membayar penulis dengan berbagai skema.

“Selain mekanisme itu, kita juga bisa tempuh mekanisme sponsorship dengan mengajukan proposal kepada Lembaga funding yang concern pada isu yang kita tulis,” katanya.

Seminar kewirausahaan yang diselenggarakan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia diadakan untuk mendorong mahasiswa mengembangkan bakatnya. Menurut Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Dr Rahayu Pristiwati, pihaknya siap memfasilitasi mahasiswa mengembangkan bakat semua mahasiswa.

“Saya bangga dengan mahasiswa yang memiliki kreativitas. Portofolio yang dibuat mahasiswa akan sangat berharga dan sangat kami apresiasi,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.