PPS Unnes Tambah 16 Jurnal Ilmiah

SURAT EDARAN Dirjen Dikti tentang publikasi artikel ilmiah sebagai syarat kelulusan mendorong berbagai perguruan tinggi membuat jurnal ilmiah. Mereka membuat jurnal sendiri untuk menampung artikel ilmiah mahasiswanya.

Program Pasca-Sarjana (PPS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) juga melakukan langkah yang sama. Belum lama ini PPS Unnes mengumumkan akan menambah 16 jurnal ilmiah baru. Sebelumnya, PPS Unnes telah memiliki tiga jurnal ilmiah.

Samsudi mengutarakan, PPS kini telah menambah 16 jurnal ilmiah.Penambahan itu untuk menampung artikel karya ilmiah yang dihasilkan oleh mahasiswa program pascasarjana yang akan lulus.

“Masing-masing jurnal baru ini merupakan 15 jurnal nasional dan satu jurnal internasional. Mahasiswa tidak perlu khawatir dengan karya ilmiahnya karena jurnalnya sudah ditambah. Sebelumnya sudah ada tiga jurnal yang sudah siap,” kata Direktur PSS Unnes Samsudi seusai seminar nasional “Publikasi Hasil Penelitian Melalui Jurnal Ilmiah Terakreditasi di Kampus Unnes akhir pekan lalu.

Selama ini Unnes telah menyiapkan penerbitan jurnal dari setiap artikel ilmiah yang dibuat oleh para mahasiswa.Oleh karena itu, keluarnya surat edaran Direktorat Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mewajibkan publikasi karya ilmiah calon sarjana tidak “mengagetkan”lagi.

Mantan Sekjen Kemendiknas Dodi Nandika menambahkan, mahasiswa terutama untuk jenjang S-2 dan S-3 berkewajiban berorientasi menghasilkan karya ilmiah, bukan hanya mencari ijazah.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.