Polisi Razia Pemandu Karaoke di Bawah Umur

Petugas Polres Semarang, Sabtu (10/1) malam hingga Minggu (11/1) dini hari kembali melakukan operasi di kawasan hiburan malam di Bandungan, Kabupaten Semarang. Kali ini sasarannya karaoke dan panti pijat plus yang diduga menyediakan pekerja seks komersial (PSK) sekaligus pemandu karaoke (PK) di bawah umur.

Sejumlah karaoke yang periksa antara lain Dinasty, Tirto Arum, Zahira, Monalisa serta Number One. Satu persatu ruang karaoke diperiksa oleh puluhan petugas kepolisian berseragam dinas maupun preman yang dipimpin Kabagops Polres Semarang Kompol Dax MS. Manuputy. Sejumlah pekerja karaoke dan pengunjung diperiksa identitasnya. Selain tempat karaoke, sejumlah panti pijat plus yang juga menyediakan pemandu karaoke lepas tak luput dari pemeriksaan.

Kompol Dax MS Manuputy mengatakan, operasi yang digelar tersebut karena ada informasi tentang maraknya pemandu karena yang masih di bawah umur. Selain itu operasi digelar untuk menekan angka tindak kejahatan dan narkoba.

“Kali ini kita belum mendapatkan apa-apa. Tapi operasi ini rutin digelar setiap hari tertentu. Sasarannya pemandu karaoke di bawah umur, narkotika dan pelaku kejahatan,” tutur Kabagops usai pelaksanaan operasi penyakit masyarakat tersebut.

Pengelola karaoke Number One, Tiok, 35, mengatakan, di karaoke Number One peraturannya sangat ketat terhadap pemandu karaoke dan pekerja lainnya. Termasuk larangan menerima pekerja yang masih di bawah umur. Selain usia, yang menjadi persyaratan lainnya di antaranya kejelasan administrasi kependudukan, yakni harus memiliki surat keterangan tinggal sementara (SKTS).

“Selain SKTS dan harus cukup umur, para pemandu karaoke di tempat kami juga harus membawa kartu keanggotaan yang dikeluarkan pihak manajemen. Mereka tidak bisa seenaknya. Kami tetap akan mematuhi aturan hukum,” ungkap Tiok. (tyo/aro)

Sumber: RADAR SEMARANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.