Peserta UN SMA 22.387 Siswa

Dinas Pendidikan Kota Semarang menyebutkan jumlah peserta Ujian Nasional (UN) 2012 untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat sebanyak 22.387 siswa. “Jumlah itu sudah masuk daftar nominasi tetap (DNT) peserta UN dan sudah final. Mereka akan mengikuti UN SMA pada tanggal 16–19 April 2012,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin di Semarang, Senin.

Ia menyebutkan, total peserta UN SMA dan sederajat sebanyak itu terdiri atas 11.679 siswa SMA, madrasah aliyah (MA), dan SMA luar biasa, serta sebanyak 10.708 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK).

Mekanisme pelaksanaan UN 2012, katanya, sebenarnya sama dengan 2011 seperti pembagian naskah dalam lima paket soal yang berbeda untuk mencegah tindak kecurangan dalam UN.

Akan tetapi, ia mengakui pada 2012 memang ada langkah pengetatan dibandingkan dengan 2011 yakni pengacakan kode paket soal sehingga siswa tidak mengetahui paket soal apa yang akan dikerjakan.

“Guru pengawas pun tahunya menjelang detik-detik dimulainya pengerjaan soal, yakni saat pembagian soal. Pengacakan ini dilakukan setiap mata ujian sehingga paket soal yang didapat tidak bisa ditebak,” katanya.

Meski demikian, ia optimistis bahwa peserta UN di Kota Semarang sudah siap mengikuti pelaksanaan UN dengan berbagai langkah persiapan yang dilakukan pihak sekolah seperti melalui uji coba dan klinik belajar.

Ia mengimbau, para peserta UN tidak memercayai jika ada pihak-pihak yang menawarkan bocoran soal UN, sebab siswa justru akan rugi sendiri jika memercayai bocoran soal atau melakukan tindak kecurangan. “Siswa harus percaya dengan kemampuannya sendiri dan tidak melakukan tindak kecurangan dalam mengerjakan soal UN. Apalagi, sampai memercayai bocoran soal UN. Siswa justru akan rugi sendiri,” katanya.

Ia mengimbau kalangan orang tua siswa untuk ikut mendukung penciptaan iklim pembelajaran yang kondusif menjelang pelaksanaan UN pada tanggal 16 April 2012 agar siswa bisa berkonsentrasi.

“Pelaksanaan UN ini membutuhkan dukungan seluruh pihak, tidak hanya sekolah, namun orang tua harus bisa mendukung dengan berupaya menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan nyaman di rumah,” kata Bunyamin. (AntaraJateng.Com, 9/4)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.